KENDALMU.OR.ID. Melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya menjadi rutinitas lisan.
Ucapan cinta kepada Rasulullah harus diwujudkan dalam ibadah yang benar serta perilaku sehari-hari yang mencerminkan akhlak beliau.
Pesan itu disampaikan KH Mustofa dalam Kajian Ahad Pagi di aula Kecamatan Ngampel,Ahad (2/8/2026).
Di hadapan ratusan jamaah, KH Mustofa menegaskan bahwa shalawat memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar bacaan.
Menurutnya, shalawat harus diimplementasikan dalam kehidupan melalui pelaksanaan salat yang khusyuk dan perilaku yang sesuai dengan kepribadian Rasulullah SAW.
“Orang yang sering mengucapkan shalawat belum tentu memperoleh keridhaan Allah apabila hanya berhenti pada ucapan. Shalawat harus diwujudkan dalam salat dan akhlak yang meneladani Rasulullah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, shalawat dalam kehidupan diterapkan dalam dua bentuk, yakni bacaan shalawat saat salat dan ucapan lisan di luar salat.
Namun, keduanya tidak akan bernilai sempurna apabila tidak diiringi ketaatan menjalankan kewajiban salat serta memperbaiki perilaku.
KH Mustofa juga mengingatkan bahwa tidak sedikit orang yang rajin bershalawat, tetapi justru lalai menjalankan salat.
Padahal, salat merupakan tiang agama yang menjadi tolok ukur kualitas keimanan seorang muslim.
Menurutnya, salat yang dikerjakan dengan khusyuk akan melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan membentuk pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertanggung jawab.
Ia menyebutkan, salah satu hikmah salat adalah membiasakan seseorang meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat.
Selain itu, salat juga mendorong seorang muslim untuk konsisten menunaikan zakat, menjaga kehormatan diri kecuali kepada pasangan yang sah, serta memegang teguh amanah dan janji.
“Ukuran keberhasilan ibadah bukan hanya banyaknya bacaan atau ritual yang dilakukan, tetapi sejauh mana ibadah itu mampu mengubah akhlak dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kajian tersebut, KH Mustofa mengajak seluruh jamaah menjadikan shalawat sebagai penguat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus motivasi untuk memperbaiki kualitas salat dan akhlak.
Dengan demikian, shalawat tidak hanya terdengar di lisan, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap, perbuatan, serta kehidupan sehari-hari sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad SAW.
