KENDALMU.OR.ID. Program kerja Muhammadiyah tidak boleh berhenti di tingkat daerah. Penguatan organisasi justru harus terasa hingga tingkat cabang dan ranting agar seluruh agenda persyarikatan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Moechammad Agoes Noer Hidayat, dalam kegiatan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) Muhammadiyah Kendal, Sabtu (8/8/2026), di Gedung PDM Kendal.
Agoes menegaskan, setiap Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) perlu memiliki program kerja yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut juga harus disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Program kerja Muhammadiyah harus benar-benar turun sampai cabang dan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat. Jangan hanya bagus dalam perencanaan, tetapi harus ada pelaksanaan dan manfaat yang bisa dirasakan warga,” tegas Agoes.
Menurutnya, penguatan program di tingkat cabang membutuhkan sinergi antara PDM, PCM hingga ranting.
Setiap unsur persyarikatan memiliki peran penting dalam menggerakkan dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan maupun pemberdayaan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan aset dan potensi yang dimiliki Muhammadiyah secara profesional. Pengelolaan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keberlangsungan organisasi, tetapi juga harus mampu membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat sekitar.
“Kalau ada aset atau kegiatan ekonomi yang dikelola Muhammadiyah, harus memberikan manfaat. Termasuk membuka kesempatan kerja dan melibatkan warga. Jadi keberadaan Muhammadiyah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Agoes berharap konsolidasi program kerja melalui Musypimda dapat memperjelas pembagian peran antara PDM dan PCM. Dengan koordinasi yang kuat, program kerja tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi satu gerakan bersama untuk memperkuat dakwah dan pelayanan Muhammadiyah di Kabupaten Kendal.
“Yang kita bangun adalah kebersamaan. PDM memberikan arah, cabang menjalankan dan mengembangkan sesuai kondisi wilayah. Semuanya harus bergerak bersama,” pungkasnya. (fur)
