KENDALMU.OR.ID.Rahim bukan sekadar organ reproduksi perempuan, tetapi amanah Allah yang berkaitan erat dengan keberlangsungan keturunan.
Karena itu, kesehatan rahim dan keberadaan anak harus dijaga serta disyukuri. Pesan tersebut disampaikan Ustadzah Sri Wahyuni dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel, Ahad (20/9/2026).
Pengajian yang berlangsung di Aula Kecamatan Ngampel tersebut diikuti anggota PCM Ngampel dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Sri Wahyuni yang juga Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Ngampel sekaligus dokter, membawakan kajian bertajuk “Rahim sebagai Amanah.”
Dalam kajiannya, Ketua PC Aisyiyah Ngampel, Sri Wahyuni menjelaskan rahim memiliki peran penting sebagai tempat berkembangnya janin sejak awal kehidupan. Dari perspektif agama, istilah rahim juga berkaitan dengan Ar-Rahman yang menggambarkan kasih sayang Allah.
Menurutnya, setiap anak yang lahir merupakan amanah sekaligus rahmat Allah. Orang tua tidak seharusnya membedakan anak berdasarkan jenis kelamin hanya karena keinginan pribadi tidak sesuai dengan kenyataan.
“Kadang ada yang berdoa ingin anak laki-laki, dapatnya perempuan, tapi itu harus tetap disyukuri. Itu rahmat Allah dan kelengkapan dalam berkeluarga,” tegas Wahyuni yang juga dosen Unissula.
Dari sisi kesehatan, Sri Wahyuni mengingatkan pentingnya menjaga organ reproduksi perempuan. Upaya tersebut sejalan dengan Maqashid Syariah, terutama Hifzun Nafs atau menjaga jiwa dan Hifzun Nasl atau menjaga keturunan.

Ia juga mengaitkan kesehatan reproduksi dengan masa idah serta pengaturan jarak kelahiran.
Tubuh perempuan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi setelah kehamilan. Hal itu juga berkaitan dengan optimalisasi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu.
Sri Wahyuni turut mengingatkan jamaah mengenai pentingnya pengasuhan sejak memilih pasangan, pemenuhan kebutuhan anak, hingga pemberian makanan halal dan tayib.
“Kita harus menjaga kesehatan untuk keturunan, untuk kebaikan kita dan sesama. Anak juga harus dinasihati agar menjadi generasi yang baik bagi nusa dan bangsa,” pesannya. (rio)
