KENDALMU.OR.ID. Penguatan ekonomi sekaligus kaderisasi menjadi sasaran Sekolah Bisnis Muslim (SBM) angkatan ketujuh yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal.
Program tersebut diarahkan mencetak pengusaha Muslim yang tidak hanya sukses mengembangkan bisnis, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai keagamaan.
Ketua PDM Kendal, KH Ikhsan Intizam, mengapresiasi konsistensi Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) dalam menggelar SBM hingga memasuki angkatan ketujuh.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menunjukkan perhatian serius Muhammadiyah terhadap dunia usaha dan kader yang bergerak di sektor bisnis.
“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur. Ini menunjukkan MEBP sangat peduli terhadap dunia usaha, ekonomi, dan kader-kader Muhammadiyah yang berkecimpung dalam bisnis,” ujar KH Ikhsan, Sabtu (19/9/2026).
Ia menyebut SBM sebagai langkah strategis untuk memperkuat kaderisasi sekaligus mengembangkan ekonomi dan dakwah Muhammadiyah.
Peserta tidak hanya dibekali kemampuan mengelola usaha, tetapi juga diarahkan memiliki karakter pengusaha Muslim.
“Ini langkah strategis untuk pengaderan, pengembangan ekonomi dan dakwah Muhammadiyah, sekaligus memberikan manfaat bagi umat,” tegasnya.
KH Ikhsan berharap peserta SBM angkatan ketujuh mampu menyerap seluruh ilmu yang diberikan selama program dan menerapkannya dalam usaha masing-masing.
Peserta yang telah memiliki bisnis didorong meningkatkan skala usaha agar semakin berkembang dan maju.
“Yang sudah punya usaha harus semakin berkembang, semakin maju dan semakin sukses. Tetapi yang tidak kalah penting adalah penguatan agama,” katanya.
Menurutnya, penguatan nilai agama menjadi fondasi penting bagi pengusaha di lingkungan Muhammadiyah.
Peserta diharapkan mampu menjadi pengusaha Muslim yang memiliki karakter dan keteladanan seperti Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Tak hanya peserta baru, perhatian juga diberikan kepada alumni SBM angkatan pertama hingga keenam.
PDM Kendal berharap para alumni terus mengembangkan bisnis sekaligus memberikan kontribusi bagi persyarikatan dan masyarakat.
“Kami sangat berharap usaha alumni SBM satu sampai enam terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan kepada Muhammadiyah dan umat,” ujarnya.
Keberlanjutan SBM, lanjut KH Ikhsan, diharapkan mampu membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan di lingkungan Muhammadiyah Kendal.
Dengan demikian, kader yang bergerak di dunia bisnis tidak berjalan sendiri, melainkan dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi persyarikatan.
“Tujuan kita jelas, usaha berkembang, kader semakin kuat, dan manfaatnya kembali kepada Muhammadiyah serta umat,” pungkasnya. (fur)
