KENDALMU.OR.ID – Gerakan dakwah Muhammadiyah Kendal mulai ditata lebih serius. Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) PDM Kendal memetakan potensi dan persebaran muballigh di tingkat cabang hingga ranting untuk memastikan dakwah tidak berjalan sendiri-sendiri dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Langkah awal itu dilakukan melalui sosialisasi program dan pendataan muballigh yang melibatkan PCM Brangsong, Kaliwungu, dan Kaliwungu Selatan.
Kegiatan berlangsung di SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Ahad (4/10/2026), dan diikuti sekitar 90 peserta.
Ketua PCM Kaliwungu, KH Asyiqin Humam, selaku tuan rumah, menegaskan pentingnya keberadaan kelompok yang aktif mengajak masyarakat pada kebaikan.
Ia mengutip kandungan Surat Ali Imran ayat 104 sebagai landasan pentingnya gerakan dakwah.
“Dakwah bukan sekadar menyampaikan ceramah di atas mimbar. Dakwah merupakan tanggung jawab bersama untuk mengajak umat menuju kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KMM PDM Kendal, Ustaz Dzikrullah, mengingatkan dakwah harus dikelola dengan manajemen yang baik.
Menurutnya, semangat berdakwah harus dibarengi perencanaan, pengorganisasian, dan pelaksanaan yang terukur.
“Kemaksiatan sekarang seolah memiliki layanan pesan antar, bisa langsung sampai ke rumah. Maka dakwah juga harus mampu hadir dengan cara yang mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai muballigh tidak bisa hanya menunggu masyarakat datang ke majelis. Dakwah harus mengikuti perubahan zaman dan aktif mendatangi ruang-ruang kehidupan masyarakat.

Ketua KMM PDM Kendal, Ustaz Galuh Andi Luxmana, menjelaskan pendataan muballigh merupakan langkah awal membangun sistem dakwah yang lebih tertata.
Data yang dihimpun tidak sekadar nama dan nomor kontak, tetapi mencakup potensi, kapasitas, serta persebaran muballigh di setiap cabang dan ranting.
“Data ini akan menjadi dasar untuk mengetahui wilayah yang sudah memiliki cukup muballigh dan wilayah yang masih membutuhkan penguatan,” jelasnya.
Menurut Galuh, pemetaan tersebut juga akan memudahkan koordinasi ketika ada kebutuhan pengisi pengajian, kajian, maupun agenda dakwah lainnya.
Muballigh yang selama ini belum terdata diharapkan dapat ditemukan dan diberdayakan secara optimal.
Selain pendataan, forum tersebut menjadi ruang memperkuat jejaring antarmuballigh.
Perwakilan dari tiga PCM didorong membangun komunikasi, berbagi pengalaman, dan saling mendukung ketika suatu wilayah membutuhkan tenaga dakwah.
KMM PDM Kendal menargetkan data yang terkumpul menjadi pijakan pembinaan dan penguatan kapasitas muballigh. Distribusi muballigh juga diharapkan lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Dengan langkah tersebut, KMM ingin membangun dakwah yang lebih rapi, terukur, dan berkelanjutan.
Muballigh tidak hanya dituntut mampu berbicara di depan jamaah, tetapi juga hadir di tengah persoalan umat dan menjadi bagian dari solusi.
“Dakwah yang kuat bukan hanya lahir dari banyaknya orang yang berbicara, tetapi dari gerakan yang terkelola, saling terhubung, dan benar-benar dirasakan manfaatnya masyarakat,” pungkasnya. (luh)
