KENDALMU.OR.ID. Batik tak lagi sekadar kain tradisional yang dikenakan pada momen tertentu.
Di tangan generasi muda, batik menjelma menjadi busana penuh gaya yang mampu tampil modern tanpa kehilangan akar budayanya. Pesona itu terlihat dalam Fashion Show Hari Batik Nasional yang digelar SMK Muhammadiyah 2 Boja, Kamis (1/10/2026)
Para siswa tampil percaya diri mengenakan beragam busana batik. Setiap langkah di atas panggung menjadi gambaran kreativitas sekaligus kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika para peserta memperagakan busana dengan gaya khas masing-masing. Motif dan warna batik dipadukan dengan sentuhan fesyen kekinian, sehingga menghadirkan penampilan yang tidak hanya menarik, tetapi juga dekat dengan karakter generasi muda.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal, mencintai, sekaligus memperkenalkan batik melalui cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Batik harus dikenalkan kepada generasi muda dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Melalui fashion show ini, siswa tidak hanya memakai batik, tetapi juga belajar menghargai budaya dan berani mengekspresikan kreativitas,” tegas Nur Khirin di sela acara.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mengenalkan sejarah batik. Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk menjadikan batik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Wakasek Bidang Kesiswaan, Tugiman menambahkan, fashion show tersebut dirancang agar siswa dapat menunjukkan bahwa batik mampu mengikuti perkembangan tren fesyen tanpa kehilangan identitasnya.
“Setiap motif memiliki cerita dan setiap penampilan membawa pesan. Kami ingin siswa bangga mengenakan batik dan memahami bahwa melestarikan budaya bisa dilakukan dengan cara yang kreatif,” ujarnya.
Bagi para siswa, panggung fashion show bukan sekadar tempat memperagakan busana. Momen tersebut menjadi pengalaman untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menunjukkan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Kegiatan itu sekaligus menegaskan bahwa batik memiliki ruang luas di kalangan generasi muda. Dengan kreativitas, kain tradisional dapat hadir dalam wajah baru yang lebih segar, modern, dan tetap berakar pada budaya.
Batik pun bukan sekadar pakaian. Di setiap motif, warna, dan langkah, tersimpan cerita tentang identitas yang terus bergerak bersama zaman. (fur)
