KENDALMU.OR.ID – Manusia tidak dibiarkan menjalani kehidupan tanpa arah. Meski Nabi Adam dan Hawa diturunkan dari surga ke bumi, Allah SWT tetap memberikan petunjuk agar manusia tidak tersesat dan mampu membedakan jalan kebenaran.
Pesan tersebut menjadi inti kajian tafsir Surah Al-Baqarah ayat 38–39 dalam Pengajian Ahad Pagi PCM Ngampel di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (25/10/2026).
Kajian yang disampaikan Ustadz Drajat Al-Maula itu diikuti anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Mengacu pada Tafsir Ibnu Katsir, ia menjelaskan bahwa turunnya Nabi Adam dan Hawa ke bumi bukan berarti manusia kehilangan bimbingan Allah.

Sebaliknya, Allah menjanjikan petunjuk melalui wahyu, kitab suci, serta para nabi dan rasul. Petunjuk tersebut menjadi pedoman agar manusia menjalani kehidupan sesuai perintah dan larangan-Nya.
Menurut Ustadz Drajat, petunjuk Allah juga dapat dipahami melalui berbagai peristiwa alam yang mengandung pelajaran. Ia mencontohkan kisah Qabil dan Habil.
Setelah Qabil membunuh Habil, Allah memperlihatkan seekor gagak yang menguburkan gagak lainnya. Peristiwa itu menjadi pelajaran bagi manusia tentang cara memperlakukan jasad orang yang meninggal.
Ia menegaskan, Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan petunjuk bagi manusia untuk meraih kebaikan di dunia dan akhirat. Karena itu, ajaran Islam tidak semestinya dinilai hanya berdasarkan perilaku sebagian pemeluknya.
“Agama Islam yang berisi perintah dan larangan serta petunjuk akan memberikan kebaikan di dunia dan di akhirat. Tapi, bagaimana kalau ada orang Islam yang jelek? Itu orangnya. Jangan menggeneralisasi, hati-hati, jangan jadi ajang debat,” tuturnya.

Memasuki pembahasan ayat ke-39, Ustadz Drajat mengingatkan konsekuensi bagi orang-orang yang mendustakan dan berpaling dari petunjuk Allah. Ia mengajak jamaah menjaga keimanan serta menjadikan ajaran Islam sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Iman kepada Allah harus dipegang, jangan sampai murtad,” pesannya.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak terus mempelajari Al-Qur’an, mengikuti pengajian, dan mengamalkan ajaran Islam. Dengan demikian, petunjuk Allah tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam bertindak dan menjalani kehidupan.(rio)
