KENDALMU.OR.ID. Pembangunan Kampus Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) Kampus 2 di Desa Ngasinan, Kecamatan Weleri, mendapat dukungan hibah Rp5 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Dana tersebut telah dicairkan pada 14 September 2026 dan ditargetkan pembangunan serta administrasi pertanggungjawabannya rampung Desember 2026.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meminta tim pembangunan UMKABA bergerak cepat karena waktu pelaksanaan pembangunan cukup singkat. Menurutnya, dukungan anggaran pemerintah harus digunakan secara optimal, transparan, dan akuntabel.
“Seluruh pekerjaan sekaligus administrasi pertanggungjawabannya diharapkan Desember 2026 ini sudah diselesaikan,” kata Dyah saat acara syukuran pembangunan Gedung Kampus UMKABA 2 di Desa Ngasinan, Selasa (22/9/2026).
Dyah mengatakan, pembangunan Kampus UMKABA 2 bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik. Kehadiran kampus tersebut diharapkan memperkuat fondasi pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Kendal.
“Investasi terbaik untuk masa depan sebuah daerah adalah investasi di bidang SDM,” ujarnya.
Menurut Dyah, gedung baru UMKABA diharapkan menjadi pusat inkubasi pemikiran, inovasi, dan kreativitas generasi muda. Fasilitas tersebut juga diharapkan mendukung peningkatan semangat belajar mahasiswa dan mutu tridharma perguruan tinggi.
Ia menegaskan pembangunan harus memperhatikan kualitas bangunan dan keselamatan kerja. Kontraktor diminta menjalankan pekerjaan sesuai rencana agar target penyelesaian tidak meleset.
“Kami berharap seluruh proses konstruksi Kampus 2 UMKABA berjalan lancar dan sukses sehingga dapat selesai tepat waktu,” tandasnya.
Ketua PD Muhammadiyah Kendal, KH. Ikhsan Intizam menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama pemerintah dalam memajukan Kabupaten Kendal. Komitmen tersebut sejalan dengan tagline Musda Muhammadiyah, yakni “Memajukan Kendal, Mencerahkan Semesta”.
Muhammadiyah memastikan hibah Rp5 miliar akan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Targetnya, pembangunan selesai Desember 2026 sekaligus dilengkapi laporan pertanggungjawaban.
“Kami berharap kerja sama antara Muhammadiyah dan pemerintah dapat terus berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Muhammadiyah juga berharap Kampus UMKABA 2 dapat terus dikembangkan setelah pembangunan tahap awal selesai. Ke depan, kampus tersebut diharapkan mampu tumbuh menjadi bagian dari penguatan pendidikan dan kemajuan Kabupaten Kendal.
KH Ikhsan menambahkan jika RSI di sebelah sudah memiliki bangunan hingga lantai sembilan, Kampus UMKABA juga bisa berkembang hingga lantai sembilan.
Dengan demikian, nantinya akan ada dua monumen kembar, yakni RSI dan UMKABA, yang menjadi bagian dari kemajuan Muhammadiyah sekaligus Kabupaten Kendal.
Sementara itu Plt Kepala Kesbangpol Kendal, Achmad Ircham Chalid, menegaskan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Pembangunan harus berjalan sesuai target dan selesai tepat waktu. Waktu yang tersedia hanya sekitar tiga bulan, sehingga tidak boleh ada keterlambatan,” tegasnya.
Ia menyatakan monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi kendala selama proses pembangunan.
“Kami akan memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan secara berkala. Setiap perkembangan akan kami cek untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana, termasuk seperti yang dilakukan pada pembangunan RSNU,” katanya. (fur)
