KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Boja membuka ruang kaderisasi perempuan muda melalui Giat Dakwah di RS PKU Muhammadiyah Boja, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar karyawati rumah sakit sekaligus peserta magang dari sejumlah sekolah.
Giat Dakwah yang dimulai pukul 08.30 WIB itu diikuti karyawati RS PKU Muhammadiyah Boja, mulai perawat hingga staf yang sedang tidak bertugas.
Sejumlah peserta magang dari SMK Muhammadiyah, SMK Bina Nusantara (Binus), dan SMK Taman Siswa Boja juga turut mengikuti kegiatan.
Ketua PCNA Boja Tri Winarti mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah secara lebih dekat kepada perempuan muda di lingkungan rumah sakit.

Tri mengajak karyawati RS PKU Muhammadiyah Boja untuk mengenal sekaligus terlibat dalam kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah di wilayah domisili masing-masing.
“Berorganisasi merupakan bagian penting dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Melalui organisasi, kita belajar bekerja sama, bermusyawarah, sekaligus mengasah kepemimpinan,” tegas Tri.
Ia juga mengaitkan pentingnya berorganisasi dengan nilai yang terkandung dalam QS Ali Imran ayat 104.
Menurutnya, organisasi dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun kemampuan perempuan muda agar lebih aktif di tengah masyarakat.
Materi Kemuhammadiyahan disampaikan Wachdah Muktiasih. Peserta dikenalkan dengan dasar-dasar Kemuhammadiyahan, sejarah berdirinya Muhammadiyah, hingga berbagai organisasi otonom (ortom) yang berada di lingkungan Persyarikatan.

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan, Kader, dan Dakwah PCNA Boja Erna Setyowati mengenalkan Nasyiatul ‘Aisyiyah, mulai sejarah, tujuan, hingga perannya dalam pembinaan generasi muda perempuan.
“Menjadi bagian dari Nasyiatul ‘Aisyiyah tidak harus berasal dari keluarga Muhammadiyah. Perempuan muda dari sekolah negeri maupun swasta dapat mengenal dan bergabung,” ujar Erna.
Ia menegaskan, Nasyiatul ‘Aisyiyah menjadi wadah perempuan muda untuk belajar, bertumbuh, mandiri, berilmu, dan aktif berkarya.
Pembinaan tersebut juga diarahkan sebagai bekal menjadi madrasatul ula dalam membentuk karakter anak di lingkungan keluarga.
Antusiasme peserta terlihat setelah materi selesai. Sejumlah karyawati menyampaikan ketertarikan mengenal dan mengikuti kegiatan Nasyiatul ‘Aisyiyah.
Respons tersebut menjadi peluang bagi PCNA Boja untuk menindaklanjuti kegiatan melalui pengenalan organisasi dan proses kaderisasi perempuan muda secara berkelanjutan. (erna)
