KENDALMU.OR.ID..Sebanyak 32 peserta Sekolah Bisnis Muslim (SBM) Angkatan VII didorong tidak sekadar menjadi pelaku usaha, tetapi mampu mengembangkan bisnis hingga naik kelas.
Penguatan mindset, peningkatan pendapatan, dan perluasan jejaring menjadi fokus utama program yang digelar Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PD Muhammadiyah Kendal
Hal tersebut disampaikan Korbid Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PD Muhammadiyah Kendal, Mochammad Noer Agoes Hidayat, saat Stadium General SBM Angkatan VII di Water Six Weleri, Sabtu (19/9/2026).
Agoes mengatakan, SBM dirancang untuk mengubah pola pikir peserta dalam melihat dan mengembangkan usaha.
Peserta terlebih dahulu diajak mengenali potensi diri sebelum menentukan model bisnis yang akan dikembangkan.
“Materi pertama ini lebih bersifat general. Kami ingin menghadirkan inovasi, gagasan, dan tindakan baru untuk mengubah mindset dalam membangun ekonomi,” kata Agoes.
Menurutnya, peserta akan diarahkan mengenali karakter dan potensi masing-masing.
Termasuk menentukan apakah lebih cocok mengembangkan usaha secara personal, melayani orang lain, atau menggabungkan keduanya.
Setelah fondasi tersebut terbentuk, peserta didorong melakukan ekspansi usaha, baik secara personal maupun korporat.
Persoalan usaha yang selama ini masih berjalan secara individual akan dievaluasi agar mampu berkembang, terutama dari sisi pendapatan.
“Ada tiga proses yang kami dorong. Kalau pendapatan usaha masih di bawah Rp5 juta, setelah mengikuti SBM diharapkan bisa naik kelas. Setelah itu ada tantangan berikutnya, yakni membangun fungsi dan memperluas jejaring dengan jamaah maupun korporat,” tegasnya.
Agoes menambahkan, pengembangan bisnis tidak boleh berhenti pada peningkatan omzet pribadi. Jejaring usaha harus diperluas sehingga tercipta ekosistem bisnis yang saling menguatkan.
“SBM ini kami arahkan membentuk sistem jaringan. Modal bisa dikembangkan secara pribadi, berjamaah maupun melalui persyarikatan. Pada akhirnya, usaha tersebut diharapkan menjadi solusi bagi umat,” ujarnya.
Dia berharap 32 peserta SBM Angkatan VII mampu menjadi kader pebisnis baru Muhammadiyah dan umat Islam di Kendal.
Para peserta diharapkan menjadi embrio entrepreneur yang mampu mendorong geliat ekonomi daerah.
“Kami berharap lahir kader-kader pebisnis baru. Mereka menjadi embrio entrepreneur yang mampu membangkitkan kondisi ekonomi dan memberikan terobosan baru dalam pengembangan usaha di Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (fur)
