KENDALMU.OR.ID. Pendidikan siswa tak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas.
SMK Muhammadiyah 3 Weleri mendorong keterlibatan orang tua sebagai mitra strategis sekolah untuk mengawal perkembangan akademik, karakter hingga kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Parenting Sinergi Sekolah dan Orang Tua yang dirangkai dengan sosialisasi program sekolah, kerja sama sekolah dan komite, serta pengenalan Sinergi Penguatan Pendikan Karakter ( Sipendikar), Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara sekolah dan orang tua kelas X dari seluruh program studi dalam menyamakan langkah mendampingi siswa.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrohim, mengatakan sinergi dengan orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembentukan karakter siswa tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Orang tua harus menjadi mitra utama dalam mendampingi anak, karena pendidikan berlangsung bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga,” tegas Maulana.
Dia menjelaskan, kegiatan parenting menjadi momentum bagi sekolah menyampaikan berbagai program sekaligus membuka ruang komunikasi dengan orang tua. Informasi mengenai perkembangan siswa, kedisiplinan, pembelajaran, hingga persiapan memasuki dunia kerja perlu diketahui bersama.
Dengan komunikasi yang terbangun, sekolah berharap setiap persoalan yang berkaitan dengan siswa dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Orang tua juga diharapkan tidak hanya menerima laporan perkembangan anak, tetapi ikut memberikan perhatian dan pengawasan ketika siswa berada di rumah.
Selain parenting, sekolah juga menyosialisasikan sejumlah program yang membutuhkan dukungan orang tua. Kerja sama tersebut dinilai penting karena siswa SMK tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi dunia industri.
Ketua Komite Sekolah, Nuryadi, turut menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, komite menjadi salah satu jembatan komunikasi agar program pendidikan dapat berjalan sesuai kebutuhan siswa.
“Kalau sekolah dan orang tua memiliki tujuan yang sama, pendampingan terhadap anak akan jauh lebih kuat. Komite siap mendukung komunikasi dan kerja sama tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, pengenalan SiPendikar diharapkan semakin memudahkan komunikasi serta pemantauan perkembangan siswa. Melalui sinergi tersebut, SMK Muhammadiyah 3 Weleri menargetkan terbentuknya ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, dan komite secara aktif.
Sekolah menilai keterlibatan orang tua merupakan investasi penting untuk membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. (fur)
