KENDALMU.OR.ID – Tongkat kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) resmi berganti.
Prof Anton Agus Setyawan dilantik sebagai Rektor UMKABA periode 2026-2030, menggantikan Dr Sri Rejeki yang telah menuntaskan masa jabatan 2022-2026, Selasa (11/8/2026).
Prof Anton Agus Setyawan dilantik langsung oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Bambang Setiadi.
Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh serta pemangku kepentingan.
Turut hadir Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, civitas akademika UMKABA, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum baru bagi UMKABA untuk memperkuat tata kelola, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Prof Anton juga ingin membawa UMKABA berkembang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak lulusan kompeten, tetapi juga melahirkan pemimpin.
Prof Anton mengatakan, UMKABA telah memiliki sejumlah capaian positif yang menjadi modal penting untuk melanjutkan pengembangan kampus.
Salah satunya terlihat dari peningkatan jabatan fungsional dosen, khususnya di Fakultas Ilmu Kesehatan.
“Kalau saya bandingkan dengan data tahun 2023, sekarang perkembangannya sangat signifikan. Dari sisi jabatan fungsional dosen, khususnya di Fakultas Ilmu Kesehatan, sebelumnya masih banyak yang belum memiliki jabatan fungsional. Sekarang hampir semuanya sudah memiliki, bahkan sudah ada yang mencapai jenjang lektor,” ujar Prof Anton.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan legacy yang harus diteruskan dan diperkuat. Perguruan tinggi juga dituntut mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia industri yang semakin kompleks.
“Sekarang pendekatannya sudah berubah menjadi multidisciplinary approach. Dunia bisnis sudah bergerak ke arah itu. Dalam knowledge-based economy, polanya juga demikian,” jelasnya.
Prof Anton menegaskan UMKABA ke depan diarahkan menjadi leadership university, sehingga mampu mencetak pemimpin yang berani berinovasi dan membuat terobosan.
“Perguruan tinggi bukan hanya mencetak orang yang kompeten, tetapi juga harus mencetak leader. Mereka adalah orang-orang yang berani melakukan inovasi dan terobosan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, penguatan tata kelola, SDM, dan AIK menjadi agenda utama.
Sementara itu, Prof Bambang Setiadi menegaskan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah siap mendukung kepemimpinan baru UMKABA.
Ia meminta kampus mampu menangkap peluang Kendal-Batang sebagai kawasan industri.
“Kendal dan Batang merupakan kawasan industri. Karena itu, pengembangan UMKABA harus menyesuaikan dengan karakter kawasan tersebut,” tegas Prof Bambang.
Ia optimistis UMKABA dapat berkembang apabila konsisten menjaga kualitas dan berani beradaptasi menghadapi perubahan pendidikan tinggi.
“Sekarang kita menghadapi masa pancaroba. Perguruan tinggi harus mampu bertahan dengan mengutamakan kualitas,” pungkasnya. (fur)
