NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID — Setiap makhluk ciptaan Allah SWT memiliki manfaat, sekecil apa pun wujudnya. Pesan ini disampaikan Ustadz Drajat Maulana dalam kajian rutin Ahad pagi Tafsir Al-Qur’an PCM Ngampel, yang digelar di Aula Kecamatan Ngampel pada Ahad (26/10/2025).
Kajian kali ini membahas Surat Al-Baqarah ayat 26–27, yang menegaskan bahwa Allah tidak segan menjadikan nyamuk atau makhluk kecil lainnya sebagai perumpamaan untuk menguji keimanan manusia.
Dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa orang-orang beriman akan memahami kebenaran di balik perumpamaan itu, sedangkan orang-orang kafir justru memperoloknya dan tersesat karenanya.
“Allah tidak malu menggunakan nyamuk sebagai perumpamaan,” ujar Ustadz Drajat.

“Menurut para ulama, nyamuk di sini bukan hanya nyamuk, tapi juga mencakup laba-laba dan berbagai serangga kecil lainnya.” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, di balik ukuran kecilnya, nyamuk memiliki struktur tubuh yang luar biasa rumit dan menunjukkan kebesaran ciptaan Allah.
“Kalau nyamuk dilihat secara mikroskopis, bentuknya sangat detail dan mengerikan. Bayangkan kalau nyamuk itu sebesar gajah, tentu kita akan ketakutan,” ungkapnya disambut tawa jamaah.

Ustadz Drajat menjelaskan, bagi orang beriman, memahami ciptaan kecil seperti nyamuk seharusnya menumbuhkan rasa takjub dan syukur atas kekuasaan Allah. Namun, bagi orang fasik, hal itu justru menjadi bahan ejekan yang menjauhkan mereka dari petunjuk Allah.
“Hidup jangan suka mengejek. Baik itu mengejek fisik seseorang — seperti hidungnya pesek atau kulitnya hitam — karena mengejek berarti kita merendahkan ciptaan Allah. Itu tanda kefasikan,” tegasnya.
Ia menutup kajian dengan ajakan agar jamaah lebih banyak bersyukur dan merenungi keagungan Allah melalui ciptaan-ciptaan kecil di sekitar.
“Setiap makhluk di bumi punya peran. Dengan mempelajari dan mensyukurinya, kita akan semakin mengenal kebesaran Allah SWT,” pungkasnya.
Kajian rutin PCM Ngampel ini diharapkan menumbuhkan kesadaran jamaah untuk lebih menghargai ciptaan Allah, memperdalam ilmu, serta menjauhi sikap sombong dan meremehkan sesama makhluk.(rio)
