KANGKUNG,KENDALMU.OR.ID – Rapat Koordinasi (Rakor) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Kendal yang digelar pada 25 April 2026 di SMP Muhammadiyah 5 Cepiring, menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait agenda kegiatan hingga akhir tahun.
Ketua Kwarda HW Kendal, Teguh Anindito, menegaskan bahwa hasil rakor ini menjadi pijakan utama dalam memperkuat sistem kaderisasi dan konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
“Rakor ini menyepakati beberapa agenda penting yang akan menjadi fokus gerakan HW Kendal sepanjang 2026,” ujarnya.
Salah satu keputusan utama adalah pelaksanaan kegiatan Athfal yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Selain itu, kegiatan Pengenal akan digelar dua tahun sekali setiap bulan September, sementara kegiatan Penghelatan ditetapkan berlangsung dua tahun sekali pada bulan November.

Teguh menambahkan, konsep kegiatan Pengenal ke depan akan dikemas lebih menarik dengan pendekatan alam terbuka, seperti Latihan Orientasi Lapangan Intensif Terpadu Alam (Lolita) atau tadabbur alam.
Untuk lokasi, panitia diusulkan memanfaatkan MI Sambongsari.
“Konsepnya kita arahkan ke kegiatan luar ruang agar lebih membangun karakter dan kedekatan kader dengan alam,” tegasnya.
Untuk tahun 2026, Kwarda HW Kendal juga menargetkan seluruh tingkatan kegiatan dapat terlaksana, meski dengan format yang lebih ringkas, yakni kegiatan satu hari.
“Harapannya semua jenjang bisa berjalan, tetapi disesuaikan dengan waktu dan efektivitas, sehingga dibuat dalam format sehari,” jelas Teguh.
Sebagai tindak lanjut, rakor berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 dan akan dilaksanakan di MI Rowosari.
Sementara itu Wakil Ketua PDM Kendal, Maryono menekankan pentingnya menjaga optimisme dan semangat dalam menggerakkan organisasi.
“HW harus terus bergerak dengan semangat perjuangan. Aktivitas di organisasi Muhammadiyah adalah bagian dari ikhtiar kebaikan, bahkan menjadi jalan pengabdian yang luas,” ujarnya.
Maryono juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan yang terarah, termasuk penguatan kompetensi para pembina.

Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya capaian seremonial, tetapi dari keberhasilan mencetak kader berkualitas.
“Ortom yang sukses itu bukan sekadar banyak trofi, tetapi mampu menyiapkan dan menyalurkan kader-kader baru yang unggul,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh jajaran HW untuk menjalankan manajemen organisasi secara sistematis melalui pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Action).
Perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, evaluasi berkala, hingga aksi perbaikan harus menjadi budaya kerja organisasi.
“Rencanakan dengan baik, laksanakan sesuai rencana, lakukan evaluasi, dan segera ambil langkah perbaikan. Itu kunci organisasi bisa berkembang,” katanya.
Selain itu, Maryono mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam setiap kegiatan, termasuk pelaporan keuangan dan pelaksanaan program.
Ia juga menekankan prinsip konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan.
“Laksanakan apa yang ditulis, dan tulis apa yang dilaksanakan,” tandasnya.
Ia berharap seluruh kegiatan HW dapat dikemas secara menarik dan menyenangkan agar mampu menarik minat generasi muda, sekaligus memperkuat karakter kader.
Rakor ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi HW Kendal dalam menyiapkan program yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berdampak nyata dalam mencetak kader yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing. (teguh)
