SINGOROJO, KENDALMU.OR.ID – Suasana hangat menyelimuti Masjid At-Taqwa, Jalan Sudiro, Desa Ngareanak, Singorojo, Kendal, pada Ahad pagi (5/10/2025).
Ratusan jamaah menghadiri Pengajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Singorojo, sebuah majelis rutin yang bertujuan mempererat persaudaraan, memperluas ilmu pengetahuan, sekaligus memperdalam keimanan.
Sebelum memasuki materi, hadirin diajak oleh Ustadz Kholid Munandar untuk merenungi kata bijak yang meneduhkan hati:

“Di balik gelapnya ujian, cahaya harapan sedang menunggu. Di balik sulitnya cobaan, kemuliaan jiwa sedang ditempa. Kesulitan bukan akhir melainkan awal dari kebangkitan. Kesulitan bukan beban melainkan jalan menuju kesuksesan.”
Dalam ceramahnya, Ustadz Kholid menguraikan makna Surat Al-Insyirah ayat 1–8, karena tersebut mengingatkan bahwa setiap kesulitan selalu berdampingan dengan kemudahan yang dijanjikan Allah.
Beliau membacakan firman Allah SWT:
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ ١ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ ٢ الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ ٣ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ ٤ فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ ٥ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ ٦ فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ ٧ وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْࣖ
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad)? Dan Kami telah meringankan beban darimu, yang memberatkan punggungmu, dan meninggikan sebutan (nama)-mu. Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Apabila engkau telah selesai dengan suatu kebajikan, teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmu berharaplah.” (QS. Al-Insyirah: 1–8).

Ustadz Kholid menekankan bahwa kesulitan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang tak bisa dihindari.
“Tak satu pun manusia hidup tanpa masalah. Justru masalah adalah pertanda kita sedang berjalan menuju kedewasaan. Di balik kesulitan selalu ada pelajaran yang menguatkan jiwa. Kesulitan bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk menunjukkan seberapa tinggi kita bisa bangkit,” jelasnya.
Pengajian berakhir pukul 07.00 WIB dengan bacaan hamdalah dan doa kafaratul majlis. Jamaah kemudian saling bersalaman, mempererat ukhuwah, sebelum kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang lebih lapang.
Dengan pesan yang mendalam, pengajian Ahad pagi ini kembali menegaskan pentingnya melihat ujian hidup sebagai jalan menuju kedewasaan dan pintu menuju rahmat Allah SWT. (prayit)
Kontributor : Suprayitno
