SUKOREJO, KENDALMU.OR.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo berlangsung khidmat, Kamis (4/9/2025).
Lebih dari 800 siswa mengikuti pengajian yang menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pageruyung, Kendal, Ustadz Abdul Azis, sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Azis mengajak para siswa meneladani perjalanan hidup Rasulullah, mulai dari masa kecil hingga wafat, termasuk peristiwa hijrah dan pembangunan Masjid Quba sebagai masjid pertama yang dibangun Nabi.
Ia menggambarkan perjuangan Rasulullah dan para sahabat di Makkah yang menghadapi penentangan keras dari kaum Quraisy.
“Mereka dicaci, dihina, bahkan ada yang disiksa karena mempertahankan iman kepada Allah. Tekanan semakin berat, terutama bagi sahabat yang tidak memiliki perlindungan keluarga besar,” ujarnya.
Melihat situasi itu, Rasulullah memerintahkan sebagian sahabat berhijrah ke negeri Habasyah (sekarang Ethiopia) yang dipimpin Raja Najasyi, penguasa adil dan bijaksana.

“Inilah yang dikenal sebagai Hijrah Pertama, sekitar tahun ke-5 kenabian. Sebanyak 11 sahabat berangkat lebih dulu, kemudian disusul rombongan kedua hingga jumlahnya mencapai lebih dari 80 orang. Mereka mendapatkan perlindungan, bahkan Raja Najasyi menolak permintaan Quraisy untuk memulangkan mereka,” jelasnya.
Selain itu, Ustadz Azis menekankan pentingnya Masjid Quba yang didirikan Rasulullah di pinggiran Madinah saat hijrah tahun 622 M.
Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat persatuan umat Islam antara kaum Muhajirin dan Anshar.
“Masjid menjadi wadah pemersatu, tempat berkumpul, berdoa, dan saling menguatkan. Rasulullah menegaskan bahwa peradaban Islam harus bertumpu pada takwa,” katanya.
Menurutnya, masjid juga berperan sebagai pondasi peradaban Islam. Dari masjid, Rasulullah mengatur pendidikan, musyawarah, hingga urusan sosial dan politik.

“Dengan membangun masjid lebih dahulu, beliau menanamkan pesan bahwa pondasi masyarakat adalah takwa, bukan sekadar kekuatan politik atau ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Shofiq Ghorbal, menegaskan bahwa inti peringatan Maulid Nabi adalah menumbuhkan cinta kepada Rasulullah dengan meneladani sunahnya.
“Cara mencintai Rasulullah adalah menghidupkan sunah. Shalat berjamaah adalah salah satu contoh sunah yang diajarkan Nabi,” ujarnya.
Shofiq menambahkan, bagi siswa, salah satu sunah yang penting adalah menuntut ilmu. “Belajar adalah ibadah. Duduk di bangku sekolah, membaca buku, praktik di bengkel, atau mendengarkan guru semuanya bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah,” pungkasnya.
