KENDALMU.OR.ID – Kemandirian finansial menjadi tantangan penting bagi keberlangsungan panti asuhan Muhammadiyah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kendal memburu strategi pengelolaan panti sekaligus mempelajari program penguatan keluarga melalui studi tiru ke PDM Kabupaten Tegal, Sabtu (24/10/2026).
Sebanyak 30 personel pengurus mengikuti kegiatan yang berfokus pada pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Hj. Zaenab Masykur, PCM Adiwerna, serta program Samara Course yang dikembangkan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Tegal.
Perwakilan PDM Kabupaten Tegal, Johan Firdaus, menyambut rombongan MPKS PDM Kendal di LKSA Panti Asuhan Hj. Zaenab Masykur. Dia mengajak peserta menjadikan kunjungan tersebut sebagai momentum belajar bersama dalam mengembangkan tata kelola panti asuhan yang berkelanjutan.
Panti asuhan tersebut berdiri sejak 26 Desember 2006. Hingga 2026, lembaga ini mengasuh 50 anak yang tinggal di asrama dua lantai. Sejumlah anak asuh yang telah menyelesaikan masa pengasuhan juga sudah kembali ke keluarga masing-masing.
Untuk menopang operasional, pengelola mengembangkan usaha ekonomi produktif berupa persewaan peralatan pesta, kantin sekolah, dan jasa transportasi menggunakan kendaraan Elf. Unit usaha tersebut menjadi salah satu sumber penopang pembiayaan agar pelayanan sosial tetap berjalan.
Johan menegaskan, keberadaan Muhammadiyah dan Aisyiyah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip itu sejalan dengan nilai dalam Al-Qur’an, termasuk Surah Al-Isra ayat 7 dan Al-Maidah ayat 2.
“Keberadaan kita harus memberikan manfaat positif bagi sesama. Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tegasnya.
Ketua MPKS PDM Kendal, Saefudin Adha, mengatakan studi tiru tersebut diarahkan untuk memperkuat keberlangsungan panti asuhan, terutama melalui pengembangan kemandirian finansial.
Selain itu, MPKS Kendal merencanakan peluncuran Lembaga Sakinah untuk menyiapkan kader sekaligus membantu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (SAMARA).
Wakil Ketua PDPM Kabupaten Tegal, Riza A. Nauval, menjelaskan Samara Course dirancang untuk memperkuat kader melalui tahapan ta’aruf, kelas pranikah, parenting keluarga muda, hingga pendampingan lanjutan.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan observasi ke Waduk Cacaban. (ifah)
