KENDALMU.OR.ID – Ada doa penting yang kerap dibaca sebelum mengakhiri salat dengan salam, tetapi maknanya sering luput dari perhatian.
Doa tersebut berisi permohonan perlindungan dari empat perkara besar, yakni azab Jahanam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.
Pesan itu disampaikan Ustadz Mustofa dalam kajian rutin Kitab Bulughul Maram pada Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel, Ahad (4/10/2026), di Aula Kecamatan Ngampel.
Kegiatan diikuti anggota PCM Ngampel dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Dalam kajiannya, Ustadz Mustofa menjelaskan doa yang dianjurkan dibaca saat tasyahud akhir sebelum salam.
Menurutnya, doa tersebut menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kehidupan dunia dan akhirat.
Pembahasan pertama berkaitan dengan azab Jahanam. Jamaah diajak memperbaiki amal serta menjauhi perbuatan buruk.

Hati, mata, dan telinga, kata dia, harus digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.
Hati dijaga dari iri dan dengki, mata digunakan melihat kebaikan, sedangkan telinga diarahkan mendengarkan nasihat dan ilmu agama.
“Bapak dan Ibu, mari sempat-sempatkan membaca Al-Qur’an dan mengaji karena kita sedang berjualan dengan Allah. Allah akan membayar dengan surga. Dunia nikmat, tetapi akhirat lebih nikmat dan kekal,” tegasnya.
Selanjutnya, Ustadz Mustofa mengingatkan tentang azab kubur.
Alam barzakh merupakan alam pemisah antara kehidupan dunia dan kehidupan setelah kematian. Karena itu, manusia perlu menyiapkan bekal berupa amal saleh selama masih diberi kesempatan hidup.

Ia juga mengingatkan bahaya fitnah dalam kehidupan. Fitnah dapat merusak kehidupan seseorang dan berkembang menjadi persoalan besar.
Bahkan, dampaknya dapat terus menjadi pembicaraan meski seseorang telah meninggal dunia.
Sementara itu, fitnah Al-Masih Ad-Dajjal menjadi perkara keempat dalam doa tersebut. Jamaah diminta memperkuat keimanan dan memperbanyak ibadah sebagai bekal menghadapi berbagai ujian.
“Mari, Bapak dan Ibu, agar hidup kita kelak tidak mendapatkan siksaan, kita harus memperbanyak ibadah, seperti salat lima waktu, sedekah, dan tadarus Al-Qur’an. Ketiganya bisa menjadi pembela kelak di alam kubur dan akhirat,” pesannya.
Kajian ditutup dengan ajakan memperbanyak ibadah wajib dan sunah serta istiqamah mengikuti pengajian.
Selain menambah ilmu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menguatkan kebersamaan warga Muhammadiyah Ngampel.
Pesan itu diharapkan menjadi pengingat untuk memperbaiki amal sejak sekarang bersama. (rio)
