KENDALMU.OR.ID – Universitas Islam Pemalang (USIP) kembali menorehkan kiprah di panggung akademik internasional. Dosen USIP, Dr. Muammar Ramadhan, M.Pd., dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam International Conference on Fundamental Studies (ICFS) 2026 di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia, 4–5 Oktober 2026.
Keterlibatan tersebut sekaligus memperkuat langkah USIP dalam membangun jejaring akademik lintas negara. Tak hanya mengirimkan dosen sebagai pembicara, USIP juga dipercaya menjadi co-host ICFS 2026 bersama UniSZA sebagai tuan rumah.
Konferensi internasional itu mengusung tema “From Harmony to Impact: Translating Diverse Perspectives into Global Solutions”. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai disiplin, mulai pendidikan, ilmu sosial, studi Islam, bahasa, bisnis, pariwisata, sejarah, kewirausahaan hingga kajian lingkungan.
Kehadiran Dr. Muammar menjadi bagian penting dalam forum yang turut menghadirkan Prof. Ulung Datuk Dr. Shamsul Amri Baharuddin, Pengarah Institut Kajian Etnik (KITA), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), sebagai keynote speaker.
Wakil Rektor II USIP, Arina, yang turut mendampingi rombongan menegaskan, keikutsertaan tersebut bukan sekadar agenda konferensi, melainkan bagian dari langkah strategis memperluas jejaring perguruan tinggi.
“Ini bukan sekadar kesempatan tampil di forum internasional. Ini momentum bagi USIP membangun jejaring akademik, memperluas kolaborasi, dan menunjukkan bahwa dosen dari Pemalang mampu hadir dalam ruang akademik internasional,” tegas Arina.
Menurutnya, keterlibatan USIP di ICFS 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi luar negeri. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui riset bersama, publikasi ilmiah, pertukaran akademisi hingga program pendidikan internasional.
ICFS 2026 diselenggarakan Faculty of Fundamental Studies and Advanced Education (FUPL), UniSZA, sebagai ruang dialog interdisipliner dan pertukaran gagasan akademik. Forum itu mendorong keberagaman perspektif untuk diterjemahkan menjadi solusi atas berbagai persoalan global.
Bagi USIP, posisi sebagai co-host sekaligus keterlibatan dosen dalam konferensi internasional menjadi bagian dari agenda internasionalisasi kampus. Langkah tersebut mempertegas arah USIP membangun perguruan tinggi yang berakar di Pemalang, namun memiliki jejaring akademik semakin luas di tingkat regional hingga internasional.(mal)
