KENDALMU.OR.ID. Kesalahan bukan akhir perjalanan manusia. Selama mau menyesali perbuatan, memperbaiki diri, dan kembali kepada Allah SWT, pintu taubat dan berbuat amal sholeh tetap terbuka.
Pesan tersebut mengemuka dalam Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (27/9/2026).
Pengajian yang diikuti anggota PCM Ngampel dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) itu menghadirkan Ustadz Drajat Al Maula sebagai pemateri.
Ia mengupas Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Baqarah ayat 37 yang mengisahkan diterimanya taubat Nabi Adam setelah melakukan kesalahan.
Menurut Drajat, ayat tersebut menegaskan Allah SWT Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang. Kisah Nabi Adam dan Hawa juga menjadi pelajaran penting bahwa manusia dapat tergoda bujukan Iblis.
Iblis, lanjutnya, membujuk keduanya dengan berbagai rayuan agar melanggar larangan Allah. Karena itu, jamaah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk godaan yang dapat menyeret manusia pada perbuatan terlarang.

“Manusia harus berhati-hati terhadap rayuan dan godaan. Jangan sampai bujukan yang terlihat manis justru membawa kepada perbuatan yang dilarang agama,” tegasnya.
Drajat yang memiliki pengalaman sebagai pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) kemudian mengaitkan materi kajian dengan persoalan sosial yang dijumpainya di masyarakat. Salah satunya kasus kehamilan di luar pernikahan yang melibatkan pasangan di bawah umur.
Ia mengingatkan, rayuan yang dibungkus sebagai pembuktian cinta dapat menjerumuskan seseorang pada perilaku yang merugikan masa depan.
“Dengan rayuan untuk pembuktian cinta, kadang perempuan rela melakukan hubungan badan. Ini menjadi pelajaran agar generasi muda tidak mudah terbujuk,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Drajat menegaskan taubat tidak cukup sebatas ucapan. Orang yang bertaubat harus menyesali perbuatannya, bertekad tidak mengulanginya, menyelesaikan kesalahan yang berkaitan dengan hak orang lain, serta memperbanyak amal kebaikan.
Hal itu sejalan dengan pesan Surat Al-Furqan ayat 71 tentang taubat yang diikuti perbaikan diri dan amal saleh.
“Banyak ayat lain yang menegaskan Allah mengampuni dosa dan menerima taubat sebagai wujud kasih sayang-Nya kepada makhluk,” tuturnya.
Kajian ditutup dengan doa bersama. Jamaah diajak terus melakukan introspeksi, tidak berputus asa dari rahmat Allah, segera bertaubat ketika melakukan kesalahan, serta menjaga diri dari berbagai godaan kehidupan.(rio)
