WELERI, KENDALMU.OR.ID – Sebanyak 961 siswa kelas X dan XI SMK Muhammadiyah 3 Weleri mengikuti Pesantren Ramadhan 1447 H yang digelar pada 23–27 Februari 2026 di lingkungan sekolah.
Mengusung tema “Ramadhan sebagai Sekolah Kesabaran dan Kejujuran”, kegiatan ini menjadi langkah konkret sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter religius di momentum bulan suci.

Kegiatan dilaksanakan secara terstruktur dengan membagi peserta ke dalam lima hingga enam kelas setiap harinya.
Sistem ini diterapkan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, kondusif, dan interaktif di bawah pendampingan guru serta pembina.

Kepala sekolah, Maulana Malik Ibrahim, menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi pembentukan karakter siswa.
“Ramadhan adalah sekolah kehidupan. Di bulan ini, siswa dilatih untuk sabar, jujur, disiplin, dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Kami ingin nilai-nilai itu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar tertanam dalam keseharian mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan integritas dan akhlak mulia sebagai fondasi masa depan generasi muda.
Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA, Muhammad Zainuddin.
Materi yang diberikan meliputi penguatan pemahaman ibadah puasa, Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, serta praktik bacaan dan gerakan salat sesuai tuntunan syariat.
Menurut Zainuddin, pendekatan praktik menjadi penekanan utama agar siswa tidak hanya memahami teori.

“Kami ingin mereka benar-benar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami maknanya, serta menjalankan salat dengan benar. Ini pembinaan yang menyentuh aspek pengetahuan sekaligus pengamalan,” ujarnya.
Pesantren Ramadhan ini sekaligus mempertegas komitmen sekolah dalam mencetak generasi berakhlak, disiplin, dan berintegritas tinggi.
Melalui pembinaan intensif selama lima hari, sekolah berharap nilai kesabaran dan kejujuran yang diasah selama Ramadhan dapat menjadi bekal kuat bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan, baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat. (nana)
