KENDALMU.OR.ID. Bantuan Kartu Jateng Ngopeni (KJN) tak sekadar diserahkan dari balik meja pemerintahan.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari turun langsung mengetuk pintu rumah warga penerima di Kecamatan Boja, Kamis (24/9/2026), untuk memastikan bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Didampingi Camat Boja Sunarto beserta jajaran, Bupati Dyah menyerahkan KJN kepada dua warga yang hidup dalam keterbatasan. Keduanya yakni Adi Purnomo (36), warga Desa Tampingan, dan Adi Nugroho (43), warga Desa Boja.
Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Adi Purnomo. Penyandang disabilitas tersebut diketahui hidup sebagai yatim piatu. Setelah menyerahkan bantuan dan berbincang, Bupati kemudian mendatangi kediaman Adi Nugroho yang juga hidup seorang diri.
Bupati mengatakan, kunjungan langsung diperlukan agar pemerintah tidak hanya mengetahui data penerima bantuan, tetapi juga memahami kondisi mereka secara nyata.
“Saya ingin mendengar cerita warga secara langsung, termasuk apa yang masih menjadi kendala. Dari pertemuan seperti ini, pemerintah bisa melihat apakah program yang dibuat memang sudah menjawab kebutuhan masyarakat atau tidak,” kata Dyah.
Menurutnya, kondisi penerima bantuan menjadi pengingat bahwa pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, terutama menyangkut kesehatan.
“Ketika sakit, jangan sampai warga berpikir dulu tentang apakah punya uang atau tidak untuk berobat. Yang penting mereka bisa mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.
Dyah menambahkan, penyerahan KJN secara langsung juga untuk memastikan warga tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan kesehatan.
“Pemerintah harus hadir, mendengar, dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bisa dirasakan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Boja Sunarto menjelaskan, Adi Nugroho telah lama menjadi yatim piatu. Selama ini, kebutuhan hidupnya dibantu tetangga, Komsiati, serta para dermawan di lingkungan sekitar.
Kondisi serupa dialami Adi Purnomo. Namun, karena merupakan penyandang disabilitas, kebutuhan sehari-harinya lebih banyak dibantu dan dirawat keluarga.
Sunarto berharap keberadaan KJN dapat memberikan rasa aman bagi kedua penerima.
“Dengan adanya KJN ini, saya berharap bisa memberikan rasa aman dan nyaman dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harapnya. (fur)
