BOJA, KENDALMU.OR.ID — Ratusan jamaah memadati halaman Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Sholahuddin Al-Ayyubi, Tampingan, Ahad (21/9/2025) sejak pukul 06.00 WIB. Mereka hadir untuk mengikuti Kajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boja, dengan menghadirkan Ustadz Adi Ismanto dari Ngampel, Kendal, sebagai penceramah.
Dalam kesempatan itu, Ustadz Adi membawakan tema syafa’at. Ia menjelaskan, secara bahasa syafa’at berarti menggenapkan atau menyertakan, sedangkan dalam konteks akhirat bermakna permohonan yang diberikan dengan izin Allah untuk meringankan siksa atau mengangkat derajat seseorang di surga.

Mengutip firman Allah dalam QS. Maryam ayat 87, Ustadz Adi menegaskan bahwa syafa’at hanya diberikan kepada orang yang mendapat izin dari Allah. Ia lalu menjelaskan bahwa syafa’at akan diperoleh bagi mereka yang menjaga tauhid, meneladani sunnah Nabi, menjauhi bid’ah, memperbanyak shalawat, serta membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.
“Barang siapa mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas dari hatinya, maka ia akan masuk surga,” ucapnya, mengutip hadits riwayat Bukhari.
Lebih lanjut, Ustadz Adi mengingatkan jamaah untuk menjauhi perbuatan syirik dan takhayul. Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih menggantung padi, pisang, atau bendera sebagai penolak bala, hingga mempercayai hari sial.
“Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar,” tegasnya sambil membacakan QS. Luqman ayat 13.

Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak shalawat sebagai salah satu kunci syafa’at. “Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali,” ujarnya mengutip hadits riwayat Muslim.
Kajian yang berlangsung khidmat itu ditutup dengan doa bersama. Dari jamaah yang hadir, terkumpul infak sebesar Rp3.107.000 yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan dakwah dan sosial Muhammadiyah.
Melalui kajian rutin ini, PCM Boja tidak hanya memberikan pencerahan tentang makna syafa’at, tetapi juga mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (erna)
Kontributor: Erna Setyowati, Editor: Abdul Ghofur
