KENDALMU.OR.ID – Puluhan siswa kelas 6 SD IT Muhammadiyah Truko, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, mengikuti kegiatan manasik haji di Firdaus Fatimah Zahra, Gunungpati, Semarang, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran praktik ibadah sekaligus menanamkan kecintaan siswa terhadap Baitullah sejak dini.
Mengusung tema “Belajar Mengenal Manasik, Menumbuhkan Cinta ke Baitullah”, para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai tata cara ibadah haji.
Mereka juga diajak mempraktikkan sejumlah rangkaian manasik secara langsung dengan suasana yang dibuat menyerupai pelaksanaan ibadah haji.

Kegiatan dimulai dengan pengenalan tahapan ibadah haji, kemudian dilanjutkan praktik ihram, tawaf, sa’i hingga rangkaian manasik lainnya.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus memiliki pengalaman pembelajaran yang berkesan.
Kepala SD Muhammadiyah M. Fajri Shah mengatakan, manasik haji dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pembelajaran karakter dan pendidikan keagamaan bagi siswa.
“Anak-anak perlu mengenal ibadah haji melalui pengalaman langsung. Kami ingin mereka memahami tata caranya, mencintai Baitullah, sekaligus memiliki cita-cita suatu saat bisa menunaikan ibadah haji,” tegas Fajri.
Menurutnya, pembelajaran melalui praktik akan memberikan pengalaman yang lebih kuat dibandingkan hanya menyampaikan materi di ruang kelas. Siswa dapat melihat, mengikuti, dan mempraktikkan tahapan manasik secara langsung.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kangkung, Sinwan, menegaskan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan dengan pembentukan karakter religius.
“Pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Anak-anak harus memiliki pemahaman agama, akhlak, dan pengalaman praktik yang menjadi bekal dalam kehidupan,” tegas Sinwan.
Ia berharap kegiatan manasik haji dapat terus dikembangkan sehingga siswa memperoleh pengalaman keagamaan yang semakin kuat dan kontekstual.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak berhenti pada kemampuan memahami teori manasik.
Lebih jauh, mereka tumbuh dengan kecintaan terhadap ibadah dan memiliki motivasi untuk mewujudkan impian berkunjung ke Tanah Suci.
