BOJA, KENDALMU.OR.ID – SMA Muhammadiyah 2 Boja terus menegaskan diri sebagai sekolah berbasis pembinaan talenta olahraga yang diperhitungkan di Jawa Tengah.
Dalam prosesi wisuda dan purnawiyata, Sabtu (9/5/2026), sekolah tersebut melepas 52 siswa kelas XII, terdiri atas 34 siswa reguler dan 18 siswa Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) yang menjalani pembinaan intensif sepak bola.
Pelepasan berlangsung khidmat di hadapan guru, orang tua, dan tamu undangan. Namun perhatian utama tertuju pada perkembangan pesat kelas atlet sepak bola ASTI yang dinilai sukses melahirkan pemain potensial hingga level nasional.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Boja, Buwana Fatoni, menegaskan pembinaan sepak bola telah menjadi salah satu ikon sekolah sejak menjalin kerja sama dengan ASTI Pusat Kudus empat tahun lalu.
“Salah satu ikon SMA Muhammadiyah 2 Boja adalah membina dan melatih siswa yang memiliki talenta sepak bola. Kerja sama dengan ASTI Pusat Kudus dibangun empat tahun lalu. Saat itu jumlah siswa kami bahkan masih di bawah 100,” tegasnya.
Menurutnya, program tersebut membawa dampak besar terhadap perkembangan sekolah.

Saat ini jumlah siswa SMA Muhammadiyah 2 Boja mencapai 193 orang dan terus meningkat setiap tahun.
Dari 18 siswa ASTI yang dilepas tahun ini, dua siswa tercatat memperkuat kontingen Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah dan 10 siswa dipastikan membela Kabupaten Kendal pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026.
“Alhamdulillah, anak-anak kami kembali dipercaya membawa nama Kabupaten Kendal. Ini menjadi bukti pembinaan yang kami lakukan berjalan baik,” ujarnya.

Prestasi membanggakan juga datang dari salah satu siswa ASTI, Shoyyo Himawan Putranto, yang mendapat panggilan mengikuti seleksi Timnas U-17 ASEAN Boys AFF.
Buwana mengaku bangga dengan sikap rendah hati siswa tersebut.
“Dia tidak mau menerima hadiah uang dari kami. Dia justru memilih piagam penghargaan. Katanya uang sudah cukup,” katanya sambil tersenyum.
Selain sukses di bidang olahraga, siswa ASTI juga menunjukkan prestasi akademik. Salah satu lulusan ASTI asal Wonosobo, Anggono Pramusito, berhasil meraih peringkat dua paralel di sekolah.
Kontribusi ASTI Boja terhadap perkembangan sepak bola daerah juga dinilai besar. Pada 2024 lalu, sebanyak sembilan siswa ASTI turut memperkuat Persik Kendal U-17 dalam ajang Piala Soeratin.
ASTI Boja juga pernah menorehkan prestasi sebagai runner up Piala Soeratin Jawa Tengah U-15 tahun 2020.
Bahkan sekitar 70 persen pemain inti Persik Kendal saat ini disebut merupakan binaan ASTI Boja.

“Ke depan pemain-pemain ASTI akan dipinang Tornado FC Kendal untuk tampil di Suratin U-17 dan seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh klub,” tegas Buwana.
Tak hanya berprestasi di lapangan hijau, lulusan ASTI juga mulai mendapat akses pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa olahraga. SMA Muhammadiyah 2 Boja telah menjalin kerja sama dengan Universitas Pandanaran untuk pemberian beasiswa penuh kepada atlet berprestasi.
“Empat lulusan tahun 2025 mendapat beasiswa penuh. Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah, meski syarat prestasi yang diminta cukup tinggi, minimal juara tingkat provinsi,” katanya.
Buwana menegaskan, kehadiran ASTI memberi dampak signifikan terhadap perkembangan lembaga pendidikan maupun pembinaan talenta muda di lingkungan Muhammadiyah.
“Kami sekarang tidak terlalu pusing menghadapi PPDB, karena masyarakat justru yang mencari kami,” pungkasnya. (fur)
