KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Peringatan Hari Tari Dunia (HTD) di Kabupaten Kendal berlangsung semarak dan penuh makna.
Istri Wakil Bupati Kendal, Niken Larasati, turun langsung memimpin tarian massal bersama ratusan pelajar dan aparatur sipil negara (ASN) di Alun-alun Kendal, Rabu (29/4/2026).
Tarian yang dibawakan adalah Tari Kendal Beribadat dengan properti kipas, yang menjadi daya tarik utama dalam perayaan tersebut.

Kehadiran Niken di tengah peserta menambah antusiasme sekaligus memperkuat pesan kebersamaan lintas generasi.
Niken menegaskan, pemilihan Tari Kendal Beribadat bukan tanpa alasan.
Tarian itu mencerminkan identitas Kendal sebagai kota santri sekaligus menyimpan filosofi mendalam melalui penggunaan kipas.
“Tarian ini merepresentasikan Kendal sebagai kota santri. Kipas menjadi simbol untuk meredam berbagai isu negatif, baik di daerah maupun nasional,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat persatuan dan membangun daerah secara bersama.
“Dengan menari, kita bergandeng tangan membangun Kabupaten Kendal,” ujarnya.

Lebih jauh, Niken menilai peringatan Hari Tari Dunia menjadi ruang apresiasi bagi para pelaku seni sekaligus bukti bahwa tidak ada sekat antara pemerintah, seniman, dan masyarakat.
“Ini simbol kerukunan antara pemimpin dan masyarakat Kendal,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat dari ratusan pelajar yang terlibat. Salah satunya Olivia, siswi SDN 2 Sukodono, yang mengaku bangga dapat ikut menari bersama.
“Saya sangat bangga dan senang bisa ikut,” katanya singkat.
Hal senada disampaikan Lita Trya Rahma Putri, siswi SMAN 2 Kendal.
Ia menilai peringatan tahun ini lebih meriah karena digelar di sejumlah titik, mulai dari Pasar Bugangin, lapangan sekolah, hingga Alun-alun Kendal.
“Semangatnya luar biasa. Harapannya, Hari Tari Dunia bisa terus mempererat persatuan melalui keberagaman budaya,” ujarnya.
Perayaan ini sekaligus menegaskan komitmen Kendal dalam melestarikan seni tari sebagai warisan budaya yang hidup dan terus berkembang di tengah masyarakat. (fur)
