BOJA, KENDALMU.OR.ID – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, KH. Ikhsan Intizam, melantik dua kepala sekolah Muhammadiyah sekaligus, yakni Wahyu Firgiyanto sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 2 Boja dan Buana Fatoni sebagai Kepala SMA Muhammadiyah 2 Boja periode 2025–2029.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Selasa (26/8/2025) di aula SMK Muhammadiyah 2 Boja.
Acara ini dihadiri jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boja, Majelis Dikdasmen PDM Kendal, serta seluruh guru dan karyawan kedua sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, KH. Ikhsan Intizam menegaskan bahwa setiap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk sekolah, harus bersikap sebagai birrul walidain.
“Birrul walidain dalam konteks Muhammadiyah adalah sikap hormat, syukur, dan tanggung jawab terhadap para pendiri, pimpinan, dan amal usaha Muhammadiyah,” jelasnya.

Menurutnya, kepala sekolah yang dibantu para guru dan karyawan sebagai pelaksana amanah harus patuh kepada Muhammadiyah sebagai pemilik dan pendiri sekolah.
Ia mengingatkan, kepala sekolah, guru dan karyawan pun memiliki kewajiban yang sama.
“Dalam konteks Muhammadiyah, kepala sekolah, seluruh guru, dan karyawan harus berbakti kepada pimpinan Muhammadiyah. Jangan sampai durhaka,” tegasnya.

Ikhsan menambahkan, setiap AUM lahir dari rahim persyarikatan, bukan milik pribadi. Oleh karena itu, kontribusi kepada Muhammadiyah wajib diwujudkan, meski tidak selalu berbentuk finansial.
“Kontribusi itu bisa berupa ketaatan, keikhlasan, dan kesungguhan dalam mengelola serta mengikuti arahan Muhammadiyah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang bekerja di AUM harus memahami kepentingan Muhammadiyah. Bahkan, guru atau karyawan yang tidak aktif di Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah dianggap telah “kuwalat” terhadap persyarikatan.
Selain itu, Ikhsan mendorong agar AUM pendidikan semakin memperkuat kolaborasi dengan Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) lain, sehingga tumbuh dan berkembang bersama.

Di akhir sambutan, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah Kendal untuk menyukseskan program unggulan AShOI (Al-Qur’an, Sholat, dan Infaq) sebagai simbol gerakan dakwah di Kendal.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Boja, Ahmad Dahlan, berpesan agar kedua kepala sekolah yang baru dilantik menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan profesionalisme.
“Kepala sekolah adalah pemimpin sekaligus teladan. Mengelola sekolah jangan hanya dengan kemampuan manajerial, tetapi juga dengan semangat ikhlas beramal,” ujarnya.
Dahlan berharap sekolah Muhammadiyah di Boja dapat terus menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan, menjaga marwah persyarikatan, meningkatkan mutu guru dan siswa, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak agar semakin memberi manfaat bagi umat dan bangsa. (fur)
