KENDAL. KENDALMU.OR.ID. Tak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua selain melihat anaknya tumbuh dalam lingkungan yang aman, hangat, dan penuh nilai. Itulah yang dirasakan Dyan Tyastyningsih, saat menyaksikan anak keduanya kini menjadi bagian dari SD Taruna Muhammadiyah Kendal.
Baginya, ini bukan sekadar soal pendidikan formal, tetapi sebuah keputusan hati — menitipkan amanah Allah pada lembaga yang mendidik dengan akal dan hati, ilmu dan cinta.
“Yang membuat saya tenang, bukan hanya kurikulumnya. Tapi karena sekolah ini meramu pendidikan dalam satu paket utuh — nilai keislaman yang kuat, kedisiplinan yang terjaga, ketangguhan fisik yang terlatih, dan suasana belajar yang hangat penuh cinta,” ungkapnya, lirih, penuh makna.

Di SD Taruna Muhammadiyah Kendal, anak-anak tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga dipandu untuk mencintai shalat, Al-Qur’an, dan akhlak Islami sejak hari pertama.
Segala nilai luhur itu tidak ditanamkan dalam bentuk hafalan semata, melainkan dibiasakan dalam rutinitas sehari-hari — mulai dari tadarus pagi, shalat dhuha, dzuhur berjamaah, hingga latihan adab dan sopan santun dalam setiap interaksi.
Pendidikan karakter dibangun dari kebiasaan yang tampak sederhana namun mengakar kuat: datang tepat waktu, baris berbaris, dan memulai hari dengan apel pagi. Dari sanalah anak-anak belajar arti keteraturan, kerapian, dan tanggung jawab — nilai-nilai yang mungkin tak terucap dalam buku, tapi terasa dalam gerak dan kebiasaan harian.

Tak hanya itu, Dyan juga merasa bangga atas perhatian sekolah terhadap ketangguhan fisik dan kesehatan jiwa anak-anak.
Di tengah maraknya gaya hidup digital dan kecenderungan anak-anak pasif di depan layar, sekolah ini justru mendorong siswa untuk aktif bergerak: bermain, berolahraga, melakukan aktivitas fisik sebagai bagian dari pembelajaran yang menyenangkan dan menyegarkan.
“Program makan siang bersama, tidur siang, hingga mandi sore, semua itu tampak sederhana. Tapi di situlah letak keistimewaannya,” ujarnya sambil tersenyum.
“Karena anak-anak tidak hanya dididik untuk menjadi pintar, tapi juga sehat, kuat, dan bahagia menjalani hari-hari mereka di sekolah.”

SD Taruna Muhammadiyah Kendal memang hadir bukan hanya sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai rumah kedua yang menyentuh sisi-sisi kemanusiaan anak-anak dan orang tuanya.
Setiap kegiatan dirancang dengan cinta, setiap pembiasaan ditanamkan dengan niat mulia — membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.
Bagi Dyan dan banyak orang tua lainnya, menyaksikan anak-anak mereka tumbuh dalam lingkungan yang memuliakan ilmu, menjunjung adab, dan menyemai kasih sayang, adalah anugerah yang tak ternilai. Dan dari situlah kebanggaan itu lahir — bukan dari prestasi gemerlap, tapi dari rasa yakin bahwa mereka telah memilih jalan pendidikan yang benar, yang menumbuhkan, bukan sekadar mengajar. (fur)
