Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid, didampingi oleh masing-masing orang tuanya dan digelar dua kali dalam setiap tahun pelajaran. Selain sesi penyuluhan, acara juga diisi dengan pemeriksaan gigi langsung untuk anak-anak, dibantu oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kepala TK ABA 1 Penyangkringan, Dwi Noviati, menegaskan bahwa kesehatan gigi dan mulut sering kali dianggap remeh, padahal sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
“Gigi yang sehat membantu anak makan dengan baik, berbicara dengan jelas, dan menumbuhkan rasa percaya diri lewat senyum ceria. Orang tua harus tahu bahwa karies gigi masih menjadi masalah umum yang dialami anak-anak, bahkan sejak usia dini,” ujarnya.
Dalam paparannya, drg. Rachel Karimah menjelaskan secara sederhana penyebab utama terjadinya karies pada anak.
“Karies terjadi karena aktivitas bakteri dalam plak yang mengubah sisa makanan manis atau berkarbohidrat menjadi asam. Asam inilah yang kemudian mengikis lapisan email gigi. Jika anak sering makan manis tapi jarang menggosok gigi, bakteri akan berkembang dan merusak gigi,” jelasnya.

Menurut drg. Rachel, pencegahan karies dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah, seperti membiasakan anak menggosok gigi dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan manis, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter.
Meski diguyur hujan, kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusias. Setelah sesi parenting berakhir pukul 10.00 WIB, acara dilanjutkan dengan pemeriksaan gigi anak hingga pukul 11.15 WIB. Anak-anak yang semula takut akhirnya tampak senang setelah diperiksa karena mendapat paket sikat gigi dan pasta gigi dari panitia.
Dwi Noviati berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran orang tua dan guru tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi anak.
“Kami ingin guru dan orang tua semakin cerdas dan tanggap dalam merawat gigi anak, agar tumbuh generasi yang sehat, percaya diri, dan selalu tersenyum indah,” pungkasnya. (santi)