SUKOREJO, KENDALMU.OR.ID – Komitmen mencetak lulusan siap kerja kembali ditunjukkan SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo.
Melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Mupat, dua siswa resmi diberangkatkan ke Papua untuk bekerja sebagai operator alat berat di perusahaan nasional, Sabtu (2/5/2026).
Langkah nyata dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri kembali dilakukan SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Kabupaten Kendal.
Dua siswa kelas XII berhasil lolos rekrutmen dan diberangkatkan ke Papua untuk bekerja di PT Global Papua Abadi sebagai operator alat berat.
Kedua siswa tersebut adalah Adi Guno Wijoyo dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR 3) dan Andra Prasetya dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
Keduanya dinilai telah memenuhi kualifikasi kompetensi serta kesiapan mental untuk terjun langsung ke dunia kerja.
Ketua BKK SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Nova Adi Gunawan, menegaskan bahwa program penyaluran kerja ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap bersaing di dunia industri.
“Ini adalah bukti bahwa lulusan SMK mampu langsung terserap di dunia kerja. Kami tidak hanya mendidik, tetapi juga memastikan siswa memiliki masa depan yang jelas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keberangkatan ke Papua menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan bagi kedua siswa.
“Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja serta menunjukkan kinerja terbaik sebagai tenaga profesional muda,” pintanya
Sekolah juga menyampaikan harapan agar keduanya dapat menjaga kesehatan, 0menjunjung tinggi etos kerja, serta membawa nama baik almamater di tempat kerja.
“Semoga mereka sukses di tanah rantau dan menjadi inspirasi bagi adik-adiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Shofiq Ghorbal, menegaskan bahwa program penyaluran kerja merupakan wujud nyata peran SMK dalam menjawab kebutuhan industri.
“Program ini bukan sekadar penempatan kerja, tetapi bagian dari komitmen kami menyiapkan lulusan yang benar-benar siap pakai di dunia industri,” ujarnya tegas.
Ia berharap, ke depan program serupa dapat terus diperluas dan berkelanjutan, sehingga semakin banyak lulusan terserap di dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam menekan angka pengangguran dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri di Indonesia.
