WELERI, KENDALMU.OR.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMK Muhammadiyah 3 Weleri (SMK Muga). Sekolah kejuruan yang dikenal sebagai langganan juara dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dari tingkat kabupaten hingga nasional, bahkan ASEAN, kembali menunjukkan tajinya di kancah pendidikan vokasi nasional.
Lomba Kompetensi Siswa (LKS) merupakan ajang talenta di bidang riset dan inovasi yang diselenggarakan untuk peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat) dan tahun ini LKS Nasional SMK berlangsung 27 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata Depok, Jabar.
Kali ini, kebanggaan itu datang dari Azzahra Oktaviani Putri (17), siswi jurusan Farmasi SMK Muga yang sukses meraih juara 3 LKS SMK DIKMEN Tingkat Nasional Bidang Farmasi Tahun 2025 mewakili Provinsi Jawa Tengah.
Gadis asal Desa Manggungsari, Kecamatan Weleri ini kini tercatat sebagai mahasiswa baru jurusan Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan prestasinya menjadi bukti bahwa ketekunan tak mengenal batas.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrohim, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian Azzahra.
“Puji syukur ke hadirat Allah yang telah mentaqdirkan Ananda Azzahra sebagai Juara 3 LKS nasional SMK Kategori Farmasi,” tuturnya kepada kendalmu.or.id melalui sambungan telepon, Kamis malam (31/7/2025).
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi pembinaan dan semangat belajar para siswa. Ia juga menyebut bahwa kegagalan di tahun sebelumnya, di mana peserta dari SMK Muga belum berhasil meraih juara, justru menjadi cambuk penyemangat bagi seluruh tim pembimbing dan siswa.
“Kegagalan tahun lalu bukan akhir, tapi awal dari persiapan yang lebih matang. Dan alhamdulillah, tahun ini membuahkan hasil terbaik di tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya bangga.
Tak tanggung-tanggung, Juara 3 nasional ini diraih setelah melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Dengan digenggamnya juara 3 Azzahra mengantongi hadiah uang pembinaan sebesar Rp15 juta.

Guru pembimbing LKS Farmasi SMK Muga, Erma Fatmawati, menyampaikan bahwa Azzahra dipilih sebagai wakil sekolah karena memiliki nilai akademik tertinggi serta menunjukkan karakter disiplin, teliti, dan penuh tanggung jawab—sikap yang sangat dibutuhkan dalam dunia kefarmasian.
“Seleksi dilakukan secara bertahap, dari pemetaan nilai akademik, praktik laboratorium, hingga simulasi pelayanan farmasi. Dan dari semua tahapan itu, Azzahra tampil konsisten dan unggul dibandingkan rekan-rekannya,” jelas Erma.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa materi lomba terdiri dari dua tahap penting: ujian tertulis untuk menguji pemahaman konsep, dan praktik langsung di laboratorium. Azzahra dinilai mampu menuntaskan keduanya dengan baik dan tenang.
Dalam LKS nasional tahun ini katagori farmasi diikuti oleh 29 peserta dari seluruh propinsi di Indonesia, dan Azzahrah berprestasi juara 3
“Kemenangan ini bukan kebetulan, tapi hasil dari latihan panjang, evaluasi rutin, dan semangat belajar yang tidak kendor. Kami berharap ini menjadi awal, bukan akhir,” tegas Erma.
Azzahra sendiri tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Saat namanya diumumkan sebagai juara, ia sempat terpaku dalam diam.
“Saya benar-benar tidak percaya. Rasanya seperti mimpi. Tapi ini adalah buah dari doa, dukungan guru, dan semangat teman-teman,” ungkapnya haru.
Putri dari pasangan Heri Sugiyono, seorang buruh, dan Sri Isnayah, ibu rumah tangga, ini membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk menggapai prestasi. Justru dari doa orang tuanya lahir semangat juang yang tak mudah luntur.
“Saya ingin terus belajar, terus maju. Semoga bisa membawa nama baik sekolah, dan membanggakan orang tua,” ucap Azzahra dengan mata berbinar.
SMK Muhammadiyah 3 Weleri sekali lagi membuktikan diri sebagai kawah candradimuka bagi generasi unggul. Prestasi Azzahra menjadi pengingat bahwa kualitas bukan soal fasilitas semata, tetapi tentang dedikasi, pembinaan yang serius, dan semangat yang tak pernah padam.
Dari lorong-lorong laboratorium sederhana, lahirlah generasi yang siap membawa nama baik daerahnya ke panggung nasional—dan mungkin, suatu saat, ke panggung dunia. (fur)
