BOJA.KENDALMU.OR.ID Dalam upaya memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan semangat dakwah di kalangan pimpinan organisasi, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boja bekerja sama dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MKSDI) PCM Boja menyelenggarakan Baitul Arqam (BA) angkatan pertama. Pengkaderan ini berlangsung selama dua hari, Ahad–Senin (11–12/5/2025), bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Boja, dan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur pimpinan Muhammadiyah, Ortom, serta Ketua PRM se Cabang Boja, dan Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se Cabang Boja.

Ketua PCM Boja, Abdul Jalal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa amanah adalah tanggung jawab besar yang hanya manusia bersedia menerimanya, sementara langit, bumi, dan gunung menolaknya, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ahzab ayat 72.
“Karena kita sebagai manusia telah menerima amanah itu, maka kita memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah melalui organisasi Muhammadiyah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengkaderan ini adalah bentuk konkret komitmen kader dalam memanfaatkan sisa usia untuk berjuang di jalan Allah sesuai kapasitas masing-masing, sehingga hidup menjadi berkah dan bermakna.

Abdul Jalal menyampaikan, karena Baitul Arqam kali ini merupakan pengkaderan perdana yang menyasar jajaran pimpinan, maka ke depan kegiatan serupa akan diperluas cakupannya.
“Insya Allah, berikutnya Baitul Arqam akan melibatkan seluruh Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) Cabang, anggota PRM se-Cabang Boja, kader Ortom, hingga pegawai di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah. Semua akan kita rangkul agar semangat ideologis dan dakwah Muhammadiyah semakin menyatu dalam gerak langkah kita bersama,” ujarnya optimistis.
Ditambahkan, seluruh instruktur dalam pengkaderan ini berasal dari MKSDI PDM Kendal.
Jalal berharap seluruh peserta dapat mengikuti materi secara utuh dan tetap sehat selama proses berlangsung.

Sekretaris MKSDI PDM Kendal, Shobaril Yuliadi, turut memberikan apresiasi kepada para peserta yang rata-rata berusia sepuh, namun tetap antusias mengikuti kegiatan.
“Berbeda dengan kami di MKSDI yang masih muda-muda, para peserta di sini luar biasa semangatnya. Jika ada hal-hal teknis yang kurang sesuai, silakan dibicarakan dan didiskusikan bersama,” ucapnya.
Baril juga mencatat bahwa PCM Boja merupakan cabang kelima yang telah menyelenggarakan Baitul Arqam, setelah sebelumnya digelar oleh PCM Rowosari, Kaliwungu Selatan, dan Purin.
Ia menjelaskan, dari segi materi, Baitul Arqam tidak berbeda jauh dengan Darul Arqam, hanya berbeda dalam durasi. Baitul Arqam dilaksanakan selama dua hari, sementara Darul Arqam berlangsung empat hari.
“Kami harap peserta bisa memanfaatkan waktu libur ini dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan memperkuat ideologi,” katanya.

Shobaril Yuliardi menambahkan, materi dalam Baitul Arqam dirancang secara komprehensif dan menyentuh aspek fundamental gerakan Muhammadiyah.
“Ada lima pokok materi yang kami sajikan,” jelasnya. Kelima materi tersebut meliputi: Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Tuntunan Ibadah Sesuai Tarjih Muhammadiyah, Dinamika Kelompok dan Problem Solving, Kepemimpinan dalam Organisasi, serta Risalah Islam Berkemajuan. Dengan materi ini, lanjut Shobaril, peserta tidak hanya diperkaya secara pemahaman, tetapi juga dikuatkan secara spiritual dan strategis dalam menjalankan peran dakwahnya.
Wakil Ketua PDM Kendal, Maryono, turut hadir dan menyampaikan pentingnya Baitul Arqam sebagai sarana penyegaran diri dalam ber-Muhammadiyah.
“Meski kita pernah ikut pengkaderan di Ortom atau tempat lain, bukan berarti kita berhenti belajar. Dengan ikut Baitul Arqam, kita akan lebih memahami arah perjuangan Muhammadiyah dan mendapat semangat baru,” tutur Maryono sebelum membuka secara rsmi Baitul Arqam.
Ia menegaskan, pengkaderan ini penting untuk memperbarui semangat keislaman, wawasan kemuhammadiyahan, dan komitmen dalam dakwah amar makruf nahi mungkar.
“Kita ini butuh dicas ulang agar semangat kita menyala kembali,” tambahnya.
Maryono berharap, setelah mengikuti Baitul Arqam, seluruh peserta dapat terus meningkatkan kiprah dakwah di berbagai lini kehidupan. (fur)
