PEGANDON, KENDALMU.OR.ID – Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Ustaz Muhammad Rouf, menekankan bahwa esensi Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum besar untuk mengubur dendam dan melakukan transformasi spiritual melalui taubat nasuha.
Hal tersebut ditegaskannya saat menyampaikan khotbah Idulfitri 1447 H di Lapangan Sepakbola Pegandon, Kendal, Jumat (20/3/2026).
Di hadapan ratusan jamaah yang memadati lapangan di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pegandon, Ustaz Rouf menggetarkan suasana dengan mengisahkan drama kemanusiaan Samereh Alinejad.

Ibu asal Iran tersebut memilih memaafkan pembunuh putranya tepat saat tali gantungan sudah melingkar di leher pelaku.
“Dendamku aku kubur dalam-dalam. Kasih sayang sebagai ibu menyelamatkan nyawanya. Hari ini wahai Bilal, aku maafkan kamu, aku ampuni kamu,” ujar Ustaz Rouf menirukan kalimat Alinejad yang membuat jemaah tertegun.
Kisah ini dijadikan refleksi betapa pintu maaf mampu memutus rantai kebencian dan menggantinya dengan kedamaian jiwa.
Ustaz Rouf menjelaskan bahwa memaafkan adalah salah satu dari tiga amalan yang pahalanya diberikan langsung oleh Allah SWT tanpa batasan, selain puasa dan kesabaran.
Ia mengutip hadis tentang dua orang yang berselisih di hadapan Allah, di mana Allah menawarkan istana surga yang megah bagi siapa saja yang bersedia memaafkan saudaranya.
“Memaafkan adalah ‘harga’ yang harus dibayar untuk memiliki istana tersebut. Saat maaf diberikan, Allah memerintahkan mereka untuk saling bergandengan tangan masuk ke dalam surga bersama-sama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ustaz Rouf mengingatkan bahwa takwa adalah puncak kualitas pribadi yang berbasis pada iman dan kebaikan melampaui batas.
Merujuk pada QS Ali Imran ayat 134-135, ia menjabarkan bahwa sosok muttaqin adalah mereka yang mampu menahan amarah dan segera bertaubat saat menyadari kesalahan.
“Jika kita tanpa sengaja menyakiti hati orang tua atau melakukan perbuatan keji yang menzalimi diri sendiri, jangan menunda. Segeralah mengingat Allah, beristigfar, dan lakukan taubatan nasuha. Jangan pernah meneruskan perbuatan dosa itu ketika kita sudah mengetahuinya,” tegas beliau.
Menutup pesannya, Ustaz Rouf mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik balik untuk bersimpuh memohon maaf kepada orang tua dan mempererat tali persaudaraan antar-sesama muslim guna mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. (fur)
