KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA) menggelar seminar bertajuk “Optimasi ChatGPT untuk Pembelajaran di Sekolah”, yang berlangsung di Aula PDM, Gedung Dakwah Muhammadiyah Kendal, Senin (24/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh 37 guru SMP dan SMA se-Kabupaten Kendal dan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan.
Seminar menghadirkan Dr. Ir. Dwijoko Purbohadi, M.T., dosen Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai pembicara utama. Acara dipandu oleh Erna Infitharina, S.Kom., M.M., dosen Prodi Informatika UMKABA.
Dalam paparannya, Dr. Dwijoko menekankan pentingnya kemampuan guru memahami dan mengoptimalkan ChatGPT dalam pembelajaran.
“Teknologi AI seperti ChatGPT memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Namun, hasilnya tetap bergantung pada konsep pembelajaran dan bagaimana guru mengelola teknologi tersebut di kelas,” tegas Dr. Dwijoko.
Pada kesempatan yang sama, tim Unit TI UMKABA, yang dipimpin oleh Qodri Aziz, S.Kom., M.Eng., memperkenalkan inovasi terbaru berupa Aplikasi EduChat Berbasis AI.
Aplikasi ini dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran di sekolah menengah, memungkinkan guru dan siswa mengakses materi, melakukan diskusi interaktif, dan meningkatkan pemahaman konsep secara lebih efektif.
“Kami berharap EduChat dapat menjadi solusi praktis bagi guru dan siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran digital. Dengan aplikasi ini, proses belajar menjadi lebih interaktif dan adaptif,” ujar Qodri.
Respon peserta terhadap seminar ini tercatat sangat positif. Lebih dari 50% guru yang hadir menyatakan ketertarikan untuk mengimplementasikan aplikasi EduChat di sekolah masing-masing.
Beberapa guru mengaku bahwa seminar ini membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran, terutama dalam meningkatkan interaksi, kreativitas, dan pemahaman siswa.
Banyak peserta menekankan bahwa teknologi ini bukan sekadar alat tambahan, tetapi dapat menjadi solusi nyata untuk menghadapi tantangan pembelajaran di era digital, seperti keterbatasan waktu, kebutuhan pembelajaran personal, dan akses materi yang lebih fleksibel.
Selain itu, guru menilai EduChat dapat membantu mereka memanfaatkan AI secara bijak, sehingga teknologi menjadi pendukung, bukan pengganti, peran guru di kelas.
Program ini diselenggarakan secara gratis oleh Unit TI UMKABA sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat.
Langkah ini menunjukkan komitmen UMKABA untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Dengan penyelenggaraan gratis, UMKABA berharap akses terhadap inovasi teknologi tidak terbatas pada sekolah tertentu saja, tetapi dapat dinikmati oleh seluruh guru, termasuk yang memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga pemerataan kualitas pendidikan dapat lebih mudah tercapai.
UMKABA juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pintu gerbang bagi adopsi teknologi AI di sekolah-sekolah lain.
Perguruan tinggi menekankan pentingnya guru dan sekolah untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan pemanfaatan AI secara tepat, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, interaktif, dan mampu menyiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di era digital.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kapasitas guru agar mereka lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi, sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Kendal meningkat secara berkelanjutan.
“Kita ingin guru tidak hanya memahami AI, tapi mampu mengintegrasikannya dalam pembelajaran sehari-hari. Ini langkah penting untuk membekali siswa menghadapi dunia digital yang terus berkembang,” pungkas Dr. Dwijoko. (utomo)
