Oleh : H. Supardi, S.Pd; M.Pd
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam, yang senantiasa melimpahkan nikmat iman, nikmat Islam, serta nikmat sehat wal afiat kepada kita semua.
Berkat rahmat dan kasih sayang-Nya, kita dapat berkumpul di majelis yang penuh berkah ini dalam rangka mengikuti Pelatihan Jurnalistik Pantura Menulis yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, manusia agung yang telah menuntun kita dari alam kegelapan menuju cahaya ilmu, iman, dan peradaban. Semoga pula tercurah kepada keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Kegiatan hari ini bukanlah acara biasa. Ia adalah bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah Kendal untuk melaksanakan amanah dakwah melalui media informasi.
Sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah menegaskan pentingnya pencerahan. Pendidikan tidak hanya berarti ruang kelas dan bangku sekolah, tetapi juga pendidikan yang hadir lewat bacaan, tulisan, berita, dan informasi yang mencerahkan akal serta membersihkan hati.
Di era digital yang serba cepat ini, masyarakat hidup dalam banjir informasi. Ada kabar yang benar, tetapi tidak sedikit pula yang menyesatkan. Ada tulisan yang menyejukkan, namun banyak pula yang menimbulkan keresahan. Di sinilah kita dituntut untuk hadir, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai penulis dan penyampai kebenaran.
Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya pada QS. Al-‘Alaq ayat 1–5:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Ayat ini mengingatkan kita betapa pentingnya membaca dan menulis sebagai fondasi peradaban. Pena dan tulisan bukan sekadar alat, melainkan sarana Allah untuk menjaga dan menyebarkan ilmu. Para ulama menegaskan, tanpa tulisan, ilmu akan punah bersama wafatnya pemilik ilmu. Maka, menulis sejatinya adalah ibadah. Ia bukan sekadar menuangkan kata-kata, melainkan upaya menjaga kebenaran agar tetap hidup lintas generasi.
Hadirin yang berbahagia,
Pelatihan jurnalistik ini memiliki posisi strategis dalam dakwah Muhammadiyah. Syaikh Yusuf Al-Qaradawi pernah menegaskan bahwa dakwah di zaman modern tidak cukup hanya disampaikan dari mimbar, tetapi harus hadir di berbagai ruang publik, terutama media massa dan media digital. Media adalah mimbar dakwah baru yang tidak boleh ditinggalkan, sebab di situlah manusia hari ini mencari pengetahuan, pandangan, bahkan arah hidup.
Karena itu, kegiatan ini merupakan langkah nyata Muhammadiyah Kendal dalam memperkuat peran PCM, AUM, dan Takmir Masjid agar mampu berdakwah melalui tulisan. Jurnalistik bukan hanya soal menyusun kalimat, melainkan seni menyampaikan kebenaran dengan bahasa yang sederhana namun menggugah. Rasulullah SAW pernah bersabda:
إنَّ مِنَ البَيَانِ لَسِحْرًا، أوْ: إنَّ بَعْضَ البَيَانِ لَسِحْرٌ
“Sesungguhnya sebagian dari bayan (penjelasan atau ungkapan kata) itu ada yang memiliki pengaruh seperti sihir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengingatkan kita bahwa kata-kata memiliki kekuatan luar biasa. Ia bisa membangkitkan semangat, menggerakkan umat, bahkan mengubah arah sejarah. Namun, jika digunakan dengan salah, kata-kata dapat menimbulkan fitnah, perpecahan, dan kehancuran.
Maka, tugas kita di Majelis Pustaka dan Informasi adalah memastikan tulisan kita senantiasa menjadi cahaya yang mencerahkan, bukan api yang membakar.
Hadirin sekalian,
Pelatihan ini memiliki empat tujuan penting yang patut kita renungkan bersama:
- Membekali peserta dengan keterampilan jurnalistik yang aplikatif.
- Menguatkan peran PCM, AUM, dan Takmir Masjid dalam berdakwah lewat media.
- Meningkatkan kualitas pemberitaan Muhammadiyah, khususnya di wilayah Pantura Kendal.
- Membentuk jaringan kontributor berita dari seluruh cabang dan amal usaha Muhammadiyah.
Bayangkan jika setiap PCM memiliki satu penulis aktif, setiap masjid Muhammadiyah memiliki takmir yang piawai menulis laporan, dan setiap AUM punya tenaga publikasi yang handal. Maka wajah Muhammadiyah Kendal akan semakin dinamis, progresif, dan mampu menghadirkan dakwah yang nyata di tengah masyarakat.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Prof. Quraish Shihab pernah mengingatkan bahwa menulis adalah amal jariyah. Tulisan yang bermanfaat akan terus hidup, meski penulisnya telah tiada. Ia akan menjadi pahala yang mengalir tanpa putus. Karenanya, jangan pernah meremehkan sebuah tulisan. Bisa jadi, satu artikel sederhana mampu menyadarkan seseorang. Bisa jadi, satu berita tentang dakwah mampu menginspirasi banyak orang.
Saya ingin mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Jangan sekadar hadir, tetapi jadilah pencari ilmu yang aktif. Catat setiap pelajaran, bertanyalah dengan kritis, dan praktikkan keterampilan yang didapat. Sebab ilmu tanpa amal hanyalah beban, sementara ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya. Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 9:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ ٩
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang yang berakal sehatlah yang dapat menerima pelajaran.”
Ayat ini menegaskan, orang yang berilmu tidaklah sama dengan yang tidak berilmu. Melalui pelatihan ini, mari kita semua berupaya agar ilmu kita benar-benar bermanfaat, bukan sekadar pengetahuan yang mengendap.
Hadirin yang saya hormati,
Akhir kata, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, narasumber, peserta, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan pahala berlipat ganda. Mari kita jadikan pena dan tulisan kita sebagai bagian dari jihad dakwah Muhammadiyah, agar pencerahan semakin luas menyinari masyarakat.
Dan dalam kesempatan ini kami mohon kepada Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal, Bapak KH. Ikhsan Intizam, Lc; M.Ag berkenan tidak sekedar menyampaikan sambutan tetapi memberi pencerahan kepada kita semua, sekaligus membuka secara resmi kegiatan ini.
Sebelum kami tutup sambutan ini, mohon diperkenankan kami berpantun dan mohon disambut ‘cakep’
Ke pasar pagi membeli beras,
Singgah sebentar membeli pepaya.
Menulis berita harus cerdas,
Agar dakwah semakin berjaya.
Indah taman karena bunga,
Indah laut karena mutiara.
Tulisanmu akan dikenang dunia,
Jika membawa cahaya dan makna.
“Teruslah menulis kebenaran. Karena bisa jadi tulisanmu akan menjadi cahaya yang menuntun orang menuju jalan Allah SWT, meski engkau sudah tiada.”
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
