KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 29 pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam upacara resmi di Pendapa Tumenggung Bahurekso, Kamis (6/2/2026).
Sebanyak 29 pejabat resmi dilantik, terdiri atas 2 kepala dinas, 2 sekretaris dinas, 11 pejabat administrator, 9 kepala bidang, serta 5 pejabat pengawas.
Pelantikan ini menandai penataan ulang struktur organisasi perangkat daerah guna memperkuat kinerja birokrasi dan pelayanan publik.
Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) perangkat daerah, seiring perubahan nomenklatur dan tipe sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Sejumlah OPD mengalami perubahan, di antaranya Dinas Kesehatan menjadi Dinas Kesehatan Daerah, Baperlitbang menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah, BKPP menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta BPBD naik kelas dari tipe C menjadi tipe A.

Bupati yang akrab disapa Mbak Tika itu menegaskan, pelantikan ini bukan bentuk mutasi maupun promosi jabatan, kecuali pada BPBD yang mengalami peningkatan tipe organisasi.
“Penyesuaian ini bukan mutasi atau promosi, kecuali di BPBD karena perubahan tipe dari C ke A yang berdampak pada promosi jabatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh pejabat yang dilantik tetap menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan dan bertanggung jawab penuh atas kinerja masing-masing perangkat daerah.
“Kami ingin birokrasi bekerja lebih cepat, lebih rapi, dan lebih profesional. Tidak ada ruang untuk bekerja setengah-setengah,” ujar Mbak Tika.
Terkait pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, Bupati memastikan tetap dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka.

“Untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, pengisian tetap melalui seleksi terbuka. Saat ini baru sampai tahap pembentukan panitia seleksi,” katanya.
Menurutnya, penyesuaian struktur organisasi diharapkan mampu menjaga kesinambungan program pemerintah, mempercepat pelayanan publik, serta mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat.
“Seluruh OPD harus memperkuat kolaborasi untuk mendukung program strategis daerah, mulai dari infrastruktur, ekonomi, investasi, hingga peningkatan kualitas SDM dan kesehatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kendal, Abdul Basir, mengungkapkan saat ini terdapat delapan jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih kosong.
“Pengisian jabatan tersebut akan dilakukan melalui seleksi terbuka. Pelantikan hari ini bukan untuk mengisi jabatan kosong, tetapi untuk menetapkan perubahan SOTK,” tegas Basir.
Ia memastikan seluruh pejabat yang unit kerjanya berubah tetap menduduki jabatan yang sama dan hanya dikukuhkan kembali sesuai struktur organisasi yang baru. (fur)
