SEMARANG, KENDALMU.OR.ID – Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Muhammad Aliun, resmi dikukuhkan sebagai Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Jawa Tengah periode 2026–2028. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ali Trigiyatno, dalam prosesi pengukuhan jajaran muballigh Muhammadiyah Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Ahad (11/1/2026).
Selain Muhammad Aliun, enam kader Muhammadiyah asal Kabupaten Kendal turut dipercaya masuk dalam jajaran pengurus KMM Jawa Tengah. Mereka adalah Romanto, Rijal Wakhid Rizkillah, Galuh Andi Luxmana, Khaerul Anwar, Suprapto, dan Ilham Khur Aeni.
Keterlibatan tujuh kader Kendal tersebut menegaskan kuatnya kepercayaan persyarikatan terhadap kapasitas dan kualitas sumber daya dakwah dari Kendal di level regional.
Usai dikukuhkan, Muhammad Aliun menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah dakwah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Jabatan ini saya terima sebagai amanah yang wajib ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Ini menyangkut langsung tugas dakwah yang menuntut keikhlasan, konsistensi, dan komitmen melayani umat serta persyarikatan,” tegas Muhammad Aliun.

Ia menegaskan, KMM Jawa Tengah ke depan harus tampil sebagai garda terdepan dakwah Islam Muhammadiyah yang mencerahkan, berkemajuan, dan responsif terhadap persoalan umat serta tantangan zaman.
Menurutnya, KMM tidak boleh berhenti sebagai forum konsolidasi muballigh semata, tetapi harus menjadi motor penggerak dakwah yang terstruktur, solutif, dan berwawasan kebangsaan.
“Korps Muballigh Muhammadiyah harus menjadi kekuatan dakwah yang mencerahkan, menyejukkan, dan solutif. Dakwah tidak cukup hanya retorika, tetapi harus menyentuh persoalan riil umat dan masyarakat,” ujarnya.
Muhammad Aliun juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas muballigh, baik dari aspek pemahaman keislaman, metodologi dakwah, maupun kepekaan sosial.
Ia menyebut, fokus KMM Jawa Tengah ke depan meliputi penguatan kaderisasi muballigh, standardisasi kompetensi, serta penguatan sinergi dakwah lintas majelis dan lembaga, tanpa meninggalkan manhaj dan prinsip dasar Muhammadiyah.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Ali Trigiyatno, menegaskan bahwa peran muballigh Muhammadiyah di era kekinian tidak cukup hanya mengajak umat untuk taat kepada Allah, tetapi juga menghadirkan dakwah yang menggembirakan dan mencerahkan.
“Tugas muballigh Muhammadiyah bukan hanya mengajak umat taat kepada Allah, tetapi juga menghadirkan dakwah yang menggembirakan, mencerahkan, dan menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat,” tegas Ali Trigiyatno.
Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi muballigh sebagai bentuk pengakuan kelembagaan bahwa seorang muballigh layak terjun berdakwah di tengah masyarakat.
Menurutnya, muballigh Muhammadiyah masa kini dituntut memiliki kompetensi yang utuh, mulai dari penguasaan Al-Qur’an minimal satu juz, hafalan ayat-ayat dan hadis dakwah, hingga kemampuan menguasai ruang digital.
“Mubaligh Muhammadiyah harus hadir di ruang digital, aktif di media sosial, dan memanfaatkan platform daring sebagai sarana dakwah agar mampu menjangkau generasi milenial dan Gen Z,” pungkasnya. (fur)
