BOJA, KENDALMU.OR.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Boja, Kabupaten Kendal, sebagai upaya mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, dan tumbuh kembang peserta didik. Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa.
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan siswa. Menurutnya, asupan gizi yang cukup menjadi faktor penting dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.

“Program Makan Bergizi Gratis ini sangat membantu siswa. Anak-anak bisa belajar dengan lebih fokus karena kebutuhan gizinya terpenuhi,” tegas Nurkhirin, Selasa (13/1/2026)
Ia menjelaskan, sekolah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan MBG agar berjalan tertib, higienis, dan tepat sasaran.
Menu makanan yang disajikan juga memperhatikan unsur gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, hingga buah, yakni nasi, sayur, ayam goreng, tempe goreng, dan 5 butir buah klengkeng.

“Kami ingin memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar layak, sehat, dan bermanfaat untuk mendukung aktivitas belajar mereka,” ujarnya.
Nur Khirin menambahkan, MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa.
“Ini bukan sekadar makan gratis, tetapi juga edukasi gizi dan kepedulian terhadap kesehatan generasi muda,” katanya.
Sementara itu, para siswa mengaku senang dan terbantu dengan adanya program tersebut. Salah satu siswa menyampaikan bahwa MBG membuatnya lebih bersemangat mengikuti pelajaran.

“Sekarang tidak khawatir lapar saat belajar. Badan terasa lebih segar dan fokus,” ungkapnya.
Siswa lainnya berharap program MBG dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Semoga program ini terus ada dan menunya bervariasi, karena sangat membantu kami,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis di SMK Muhammadiyah 2 Boja diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Sekolah menilai, kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan agar manfaat program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh siswa. (fur)
