NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel menggelar Pengajian Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (22/2/2026), dengan pesan tegas tentang hakikat manusia sebagai khalifah di bumi.
Dalam kajian tafsir Surat Al-Baqarah ayat 30, ditegaskan bahwa tidak ada kekuasaan yang abadi di dunia.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus PCM serta pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Hadir sebagai penceramah, Ustadz Drajat Al Maula yang mengupas kandungan ayat tentang penciptaan Nabi Adam dan penetapan manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Dalam pemaparannya, Ustadz Drajat menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan bukti sejarah penciptaan manusia yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk diteruskan kepada umatnya.

Ia menekankan bahwa manusia diciptakan sebagai pemimpin yang silih berganti dari generasi ke generasi.
“Tidak ada penguasa yang selamanya. Semua akan berganti sesuai ketetapan Allah,” tegasnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengulas dialog malaikat yang mempertanyakan penciptaan manusia.
Menurutnya, pertanyaan itu bukan bentuk pembangkangan, melainkan karena malaikat mengetahui bahwa sebelumnya bumi pernah dihuni makhluk yang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah.

Ustadz Drajat turut menyinggung kisah Iblis yang awalnya memiliki kedudukan mulia, namun terusir karena kesombongannya menolak sujud kepada Nabi Adam. Iblis merasa api lebih mulia daripada tanah.
“Kemuliaan bukan ditentukan dari asal penciptaan, tetapi dari ketaatan dan amal,” ujarnya lugas.
Ia menegaskan bahwa penciptaan adalah hak prerogatif Allah SWT. Allah pula yang mengutus nabi, rasul, serta orang-orang alim sebagai bukti bahwa manusia bisa mencapai derajat mulia. Ia menambahkan, Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling mulia di sisi Allah.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu hingga ke detail terkecil. Karena itu, manusia tidak pantas merasa paling benar atau paling tahu.
“Ayat ini adalah pelajaran sejarah agar kita tidak fanatik dan memahami posisi kita sebagai hamba sekaligus khalifah,” tandasnya.
Menjelang Ramadhan, ia mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah.
Pengajian berlangsung khidmat dan diharapkan memperkuat kesadaran spiritual serta tanggung jawab moral sebagai khalifah di bumi. (rio)
