KANGKUNG, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kendal melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kangkung dan Cepiring sebagai upaya memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi kinerja organisasi di tingkat cabang.
Kegiatan tersebut berlangsung di SMP IY Muhammadiyah 5 Cepiring, Selasa malam (3/2/2026).

Kunjungan ini dihadiri Wakil Ketua PDM Kendal, Utomo dan KH. M. Farchan Tontowi, yang disambut jajaran pleno PCM Kangkung serta perwakilan pimpinan ranting Muhammadiyah (PRM) dari Truko, Kadilangu, Sendangdawung, Rejosari, dan Tanjungmojo.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan.

Sekretaris PCM Kangkung, HM Arief Kiswanto, menyampaikan bahwa pelibatan pimpinan ranting bertujuan memperkuat sinergi dan komunikasi dengan PDM.
“Kami sengaja melibatkan pimpinan harian PRM agar lebih mengenal langsung PDM dan memperkuat komunikasi organisasi,” tegas Arief.
Dalam pemaparannya, Utomo mengungkapkan hasil indeks kinerja organisasi PCM Kangkung dan Cepiring. Dari 24 indikator ideal yang ditetapkan, kedua cabang baru mampu memenuhi 16 indikator.

“Masih ada beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi, seperti belum adanya kantor PCM permanen, pasukan Kokam yang memadai, Korps Mubalig, fasilitas kesehatan, serta usaha ekonomi produktif yang kuat,” ujarnya lugas.
Menanggapi hal tersebut, Arief menjelaskan bahwa sebagian kebutuhan sebenarnya telah tersedia, namun belum memenuhi standar organisasi.
“Kami sudah memiliki Kokam dan Korps Mubalig, tetapi jumlah personelnya belum memenuhi kriteria. Usaha ekonomi juga sudah berjalan melalui toko PAY, namun pengelolaannya belum profesional,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas kesehatan yang sebelumnya berupa Rumah Bersalin BP Aisyiyah kini telah berkembang menjadi rumah sakit dan klinik di bawah pengelolaan lembaga daerah, sehingga tidak lagi berada di bawah koordinasi PCM.
Sementara itu, Ketua PCM Cepiring, Sriyatno, menegaskan kuatnya hubungan historis antara PCM Kangkung dan Cepiring.
“Secara emosional dan sejarah, Kangkung dan Cepiring sangat dekat. Sebelum 1990, Kangkung masih menjadi bagian dari Cepiring,” katanya.
KH. Farchan Tontowi dalam arahannya menekankan pentingnya kerja nyata dalam membangun kekuatan organisasi.

“Kita harus bergerak, bukan sekadar berangan-angan. Dengan niat baik, Allah akan membuka jalan. Dakwah harus terus berjalan dengan semangat, ikhlas, dan menggembirakan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi penggunaan istilah silaturahmi dibandingkan turun ke bawah (turba), yang dinilainya lebih bermakna pembinaan daripada evaluasi sepihak.
“Kekurangan PCM adalah tanggung jawab bersama antara PDM dan PCM. Organisasi akan kuat jika akar, batang, dan cabangnya tumbuh seimbang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, PDM Kendal berharap PCM Kangkung dan Cepiring semakin solid, profesional, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah di tengah kehidupan masyarakat. (yani)
