PLANTUNGAN, KENDALMU.OR.ID — Majelis Taklim Ranting Muhammadiyah Wadas, Kecamatan Plantungan menggelar Kajian Ahad Pagi dengan menghadirkan Ustaz Sulay dari Darul Arqom Patean, Ahad (8/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan iman jamaah menjelang datangnya bulan suci Ramadhan melalui pemahaman tentang doa yang benar dan persiapan spiritual yang matang.
Kajian yang berlangsung khidmat tersebut diikuti puluhan jamaah dari berbagai kalangan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Sulay menekankan pentingnya keyakinan penuh saat memanjatkan doa kepada Allah SWT agar doa yang dipanjatkan benar-benar mustajab.
“Ketika berdoa lalu kita mengatakan ‘semoga’, itu menunjukkan masih ada keraguan dalam hati. Kurang yakin kepada Allah bisa menjadi celah doa tidak dikabulkan,” tegas Ustaz Sulay.
Ia mengajak jamaah untuk membangun keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang disampaikan dengan penuh keikhlasan dan kepercayaan.
Selain membahas tentang doa, Ustaz Sulay juga menjelaskan makna bulan Syakban sebagai fase penting dalam persiapan menuju Ramadhan.
Menurutnya, rangkaian bulan Rajab, Syakban, dan Ramadhan merupakan proses pembinaan iman yang berkesinambungan.

“Bulan Rajab itu seperti menanam. Kita mulai berlatih puasa, bersedekah, dan memperbaiki amal,” ujarnya.
Ia melanjutkan, bulan Syakban menjadi masa penguatan dan konsistensi ibadah.
“Syakban adalah waktu menyiram iman, memperkuat ibadah, dan menjaga istiqamah. Sedangkan Ramadhan adalah masa panen dari apa yang kita tanam sejak Rajab,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Sulay juga mengingatkan jamaah mengenai larangan berpuasa satu hingga dua hari sebelum Ramadhan, kecuali bagi mereka yang telah terbiasa menjalankan puasa sunnah secara rutin.
“Larangan itu tidak berlaku bagi orang yang sudah terbiasa puasa sunnah, seperti puasa Daud atau Senin-Kamis,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman ini penting agar umat Islam menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat. Menurutnya, kesiapan menghadapi Ramadhan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental dan spiritual.
“Ramadhan harus disambut dengan iman yang kuat, doa yang yakin, dan amal yang konsisten,” tandasnya.
Kajian Ahad Pagi ini disambut antusias jamaah dan menjadi sarana refleksi untuk memperbaiki niat, memperkuat keyakinan, serta meningkatkan kualitas ibadah secara bertahap.
Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Ranting Wadas berharap jamaah lebih siap menyambut Ramadhan dengan semangat ibadah yang optimal. (nila)
