WELERI, KENDALMU.OR.ID — Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weleri, Kabupaten Kendal, bekerja sama dengan Komunitas Alumni Sekolah Bisnis Muslim (SBM) menggelar Workshop TikTok Affiliate bagi guru Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA).
Kegiatan ini diikuti 18 guru TK ABA se-Kecamatan Weleri dan dilaksanakan selama tiga hari, yakni 10, 11, dan 18 Januari 2026, di Studio SBM Corp, Desa Penaruban, Kecamatan Weleri.

Workshop ini dirancang sebagai pelatihan praktis untuk membekali guru TK dengan keterampilan memanfaatkan platform digital secara produktif, khususnya melalui program TikTok Affiliate, tanpa meninggalkan nilai, etika, dan tanggung jawab sebagai pendidik anak usia dini.
Ketua Panitia Workshop, Shobaril Yuliardi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memberikan alternatif penghasilan tambahan yang legal dan etis bagi guru TK.

“Workshop TikTok Affiliate ini kami susun khusus untuk guru TK agar memiliki sumber penghasilan tambahan tanpa mengganggu tugas utama sebagai pendidik. Seluruh materi disesuaikan dengan etika dan nilai pendidikan anak usia dini,” tegas Shobaril.
Ia menjelaskan, TikTok Affiliate merupakan program pemasaran afiliasi di mana peserta dapat mempromosikan produk melalui konten video atau siaran langsung.

“Peserta tidak perlu menyetok barang atau mengurus pengiriman. Jika terjadi transaksi melalui tautan afiliasi, komisi langsung diterima,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MEBP PCM Weleri, Bambang Purwanto, menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial secara positif, cerdas, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, guru harus selektif dalam memilih produk maupun konten agar tetap menjaga martabat profesi pendidik.

“Workshop ini kami arahkan agar guru TK hanya mempromosikan produk ramah anak dan edukatif, seperti alat peraga pembelajaran, buku cerita, mainan edukatif, dan perlengkapan belajar. Kontennya harus sederhana, mendidik, dan beretika,” kata Bambang lugas.
Ia juga menegaskan larangan menampilkan anak tanpa izin serta menghindari konten yang bersifat eksploitatif.
“Citra guru sebagai pendidik tidak boleh terganggu. Media sosial harus menjadi sarana edukatif, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Workshop ini dipandu oleh Tim Fasilitator dengan coach utama Choirul Umam, didampingi Achmad Santoso, Vitri Ananingrum, dan Ardyiyansah.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan TikTok Affiliate, kebijakan platform, pemilihan produk edukatif, teknik pembuatan video pendek yang aman, etika konten bagi guru TK, serta strategi konsistensi berkonten tanpa melibatkan anak secara langsung.
Melalui kegiatan ini, MEBP PCM Weleri berharap guru TK ABA semakin melek digital, kreatif, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran guru sebagai pendidik inspiratif di era digital. (fur)
