KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kendal memperkuat inovasi pelayanan administrasi kependudukan dengan menggandeng puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Jalan Pramuka, Kendal, guna mengoptimalkan pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai sarana layanan publik yang bernilai tambah bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan mitra binaan, Dispendukcapil mendorong agar dokumen kependudukan tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi, tetapi juga memberi manfaat langsung, seperti potongan harga, kemudahan akses layanan, hingga program promosi di sejumlah gerai UMKM mitra.
Kepala Dispendukcapil Kabupaten Kendal, Ratna Mustikaningsih, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas ekosistem pelayanan adminduk yang inklusif dan berdampak nyata.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat KIA dan IKD. Dokumen kependudukan tidak boleh hanya disimpan, tetapi harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan pelaku UMKM juga menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan ekonomi lokal.
“Pemanfaatan KIA dan IKD melalui mitra UMKM diharapkan mampu meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Dispendukcapil, hingga akhir 2025 tingkat kepemilikan KIA di Kabupaten Kendal telah mencapai 83,03 persen atau sebanyak 220.737 anak.
Sementara itu, masih terdapat 45.118 anak yang belum memiliki KIA. Adapun kepemilikan IKD baru mencapai 124.044 jiwa atau sekitar 15,03 persen dari total sasaran 832.474 penduduk, dari target nasional sebesar 30 persen.
Dalam kegiatan tersebut, Dispendukcapil juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan lima mitra baru. Dengan penambahan ini, total mitra UMKM yang telah menjalin kerja sama resmi mencapai 55 mitra.

Sejumlah pelaku UMKM menyambut positif program tersebut karena dinilai membantu promosi usaha sekaligus mendukung kebijakan pemerintah.
“Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak. Kami terbantu dari sisi promosi, masyarakat juga mendapat manfaat,” ujar salah satu mitra.
Kegiatan kolaboratif ini dikemas dalam rangkaian senam bersama pegawai OPD di Jalan Pramuka, penandatanganan PKS, bazar UMKM, serta sosialisasi narkotika dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Dispendukcapil berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin setiap bulan untuk memperkuat pelayanan publik berbasis kolaborasi dan partisipasi masyarakat. (fur)
