BOJA, KENDALMU.OR.ID – Ramadan 1447 Hijriah benar-benar disulap menjadi “kawah candradimuka” pembentukan karakter di SMK Muhammadiyah 2 Boja.
Selama sembilan hari penuh, sejak Senin hingga Kamis (23 Februari–5 Maret 2026), ratusan siswa digembleng dalam Pesantren Ramadan bertema “Pesantren Ramadan Menumbuhkan Karakter Siswa dan Budi Pekerti.”
Bukan sekadar kegiatan seremonial, program ini berlangsung maraton setiap pukul 16.30 hingga 06.00 WIB.
Para siswa bahkan bermalam di sekolah. Setiap sore, tiga hingga empat rombongan belajar dengan jumlah 100–130 siswa mengikuti rangkaian kegiatan secara bergilir.
Total ratusan pelajar terlibat dalam agenda yang diklaim sebagai pembinaan religius paling intens sepanjang tahun ajaran ini.

Ketua panitia, Laveran Putra Rosada, menegaskan Pesantren Ramadan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan momentum pembinaan total.
“Pesantren Ramadan menjadi momentum pembinaan selama sembilan hari. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi agama, shalat berjamaah, dan bimbingan rohani guna membentuk karakter pelajar Muhammadiyah yang taat ibadah,” tegasnya, Rabu sore (25/2/2026).
Setiap sore hari, kegiatan diawali dengan kultum oleh Pimpinan Muhammadiyah setempat hingga menjelang berbuka puasa bersama.
Suasana khidmat menyelimuti halaman sekolah saat adzan Maghrib berkumandang dan para siswa bergegas menunaikan shalat berjamaah. Usai Isya’ dan tarawih, peserta—khususnya kelas XI—mendapatkan kajian mendalam tentang shalat, pemahaman Al-Qur’an, hingga zakat, infak, dan sedekah.
“Seluruh peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Kami juga menyiapkan makan sahur karena mereka bermalam di sekolah,” ujar Laveran.
Ia berharap program ini tak sekadar menjadi kenangan Ramadan, tetapi benar-benar membentuk mental dan spiritual siswa.
“Kami ingin kegiatan ini menguatkan karakter religius dan semangat beribadah untuk meraih ketakwaan,” tandasnya.

Kepala sekolah, Nur Khirin, menyebut Pesantren Ramadan sebagai strategi besar pembentukan generasi unggul.
“Sebagai sekolah Muhammadiyah, kegiatan ini selaras dengan penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kami ingin siswa tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing,” tegasnya.
Saat ini, sekolah tersebut memiliki lebih dari seribu siswa yang tersebar di enam jurusan: Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Audio Video, Layanan Perbankan Syariah, serta Desain dan Produksi Busana. Ramadan kali ini, mereka tak hanya ditempa keterampilan—tetapi juga iman dan karakter. (fur)
