KENDALMU.OR.ID. Potensi pertanian Kabupaten Kendal mulai digenjot untuk menembus pasar lebih luas.
Hal itu ditandai dengan digelarnya Gelar Hasil Pertanian 2026 yang untuk pertama kalinya menghadirkan 34 stan produk pertanian, peternakan, UMKM, hingga teknologi pertanian.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus promosi produk pertanian lokal.
Gelar pertanian juga menjadi ajang silaturahmi, edukasi, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring antarkelompok tani.

“Ini penyelenggaraan gelar hasil pertanian yang pertama. Tentunya sebagai wujud apresiasi dan mempromosikan produk-produk hasil pertanian yang ada di Kabupaten Kendal,” ujar Dyah Kamis (1/10/2026)
Menurutnya, Pemkab Kendal berkomitmen memberikan dukungan kepada petani dan peternak melalui bantuan serta pendampingan guna meningkatkan produktivitas.
Kegiatan serupa diharapkan menjadi agenda rutin pada tahun berikutnya.
“Kami berharap gelar hasil pertanian ini ke depannya dilaksanakan sebagai kegiatan yang rutin. Harapannya terus memberikan motivasi kepada para petani,” katanya.
Salah satu produk yang mencuri perhatian yakni paprika merah. Komoditas tersebut telah memiliki kerja sama pemasaran dengan restoran di Semarang dan Jakarta.

Namun, produksinya masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh permintaan.
“Kami berharap OPD terkait, termasuk Dinas Pertanian, terus membantu, mendukung, melakukan pendampingan dan memberikan bantuan lainnya untuk terus memajukan petani di Kabupaten Kendal,” tegas Dyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal Pandu Rapiat Ronggojati mengatakan, 34 stan tidak hanya menampilkan produk pertanian dan peternakan, tetapi juga teknologi budidaya serta pelayanan kesehatan hewan.
“Produk petani dan peternak kita display sebagai bentuk apresiasi atas peran serta mereka dalam mengamankan pangan nasional,” ujarnya.
Teknologi yang dipamerkan meliputi drone penyemprot untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), combine harvester untuk mekanisasi panen, serta traktor dampar untuk pengolahan tanah.
Masyarakat juga mendapat layanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan. Pandu mengajak pemilik anjing, kucing, maupun monyet memanfaatkan layanan tersebut.
Selain itu, DPP Kendal mendorong regenerasi melalui pelatihan dan pengenalan teknologi kepada petani milenial.
“Petani milenial menjadi hal mutlak. Teknologi harus dimanfaatkan agar pertanian tidak selalu identik dengan lumpur dan mencangkul,” tandasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan berlanjut pada 2027 sekaligus memperkuat kontribusi Kendal terhadap target swasembada pangan nasional. (fur)
