NGAMPEL, KENDALMU.OR.ID – Dakwah tak harus keras dan konfrontatif. Pesan itu mengemuka kuat dalam pengajian rutin Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel di Aula Kecamatan Ngampel, Minggu (26/4/2026).
Melalui kajian tafsir Surat Al-Baqarah ayat 30, jamaah diajak memahami pentingnya strategi dakwah yang bijak, adaptif, dan tetap menjaga harmoni sosial.

Hadir sebagai penceramah, Ustadz Drajat Al Maula mengupas ayat tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi. Ia menyoroti dialog antara Allah SWT dan para malaikat yang mempertanyakan potensi kerusakan manusia.
Dari ayat itu, menurutnya, tersimpan pelajaran besar tentang regenerasi dan perbaikan berkelanjutan, baik dalam kehidupan maupun organisasi.

“Setiap generasi atau organisasi pasti membutuhkan penyegaran. Jika ada unsur yang tidak baik, maka regenerasi menjadi keniscayaan agar kualitasnya semakin meningkat,” tegasnya di hadapan jamaah yang terdiri dari pengurus PCM dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Lebih jauh, Ustadz Drajat menekankan bahwa keberhasilan dakwah tidak semata ditentukan oleh semangat, tetapi juga strategi.

Dalam realitas masyarakat yang beragam, pendekatan yang bijak dinilai jauh lebih efektif dibanding konfrontasi terbuka.
Ia bahkan membagikan pengalamannya merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh desa hingga pimpinan ranting Nahdlatul Ulama (NU), sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana yang kondusif bagi dakwah.

“Dakwah itu tidak harus dengan benturan. Jangan saling caci maki. Ada cara-cara cerdas agar kita tetap bisa berjalan tanpa harus memicu konflik,” ujarnya lugas.
Pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusiasme.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang memperkuat ukhuwah serta meneguhkan semangat berorganisasi yang dilandasi keikhlasan.
PCM Ngampel berharap, melalui pengajian rutin ini, para anggotanya semakin solid dan terus bersemangat dalam menebar nilai-nilai dakwah yang menyejukkan.(rio)
