KANGKUNG, KENDALMU.OR.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kangkung menggelar Kajian Ahad pagi di Masjid Al Ittiba’ Truko, Minggu (Ahad Manis) (19/4/2026), sebagai agenda rutin selapanan dengan menghadirkan Wakil Ketua PDM Kendal, Samsul Hidayat.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan-pesan penting dari khutbah wada’ Rasulullah SAW, khususnya terkait kehidupan rumah tangga.
Di awal kajian, ia mengapresiasi antusiasme jamaah yang hadir di masjid. Samsul menegaskan bahwa orang yang gemar menyebut nama Allah merupakan mereka yang dekat dengan masjid.

“Orang yang suka mengingat Allah adalah mereka yang senang berada di masjid,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran suami sebagai pemimpin keluarga.
Menurutnya, suami yang aktif mengikuti pengajian dan mengajak istrinya akan memperoleh pahala besar serta mampu membangun rumah tangga yang lebih baik.
“Seorang suami harus menjadi teladan dan pemimpin keluarga. Karena itu, menuntut ilmu agama menjadi kewajiban agar mampu memimpin keluarga dengan bijak,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa istri merupakan amanah yang harus dijaga dan diperlakukan dengan baik.

Tidak hanya nafkah lahir, istri juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta penghormatan dari suami.
“Istri adalah amanah dari Allah. Jangan memanggil dengan kata-kata yang merendahkan atau membandingkan dengan orang lain,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan kepada kaum ibu tentang pentingnya peran perempuan dalam membentuk generasi yang baik.
Ia mencontohkan sosok perempuan dalam sejarah Islam seperti Asiyah, istri Firaun, dan Maryam, ibu Nabi Isa AS, sebagai teladan kesabaran dan keimanan.

“Di balik suami yang hebat, ada istri yang hebat. Perempuan yang baik akan melahirkan generasi yang baik,” ujarnya.
Samsul Hidayat menambahkan, kesabaran dan doa menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Ia mengimbau para istri untuk memperbanyak istighfar, menjaga emosi, dan terus mendoakan kebaikan bagi suami.
Kajian Ahad pagi tersebut menjadi bagian dari upaya PCM Kangkung dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat serta membangun keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (tibyani)
