NGAMPEL, KENDALMU.OR ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngampel kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi di Aula Kecamatan Ngampel, Ahad (12/4/2026).
Kegiatan ini diikuti anggota PCM serta pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan dan semangat beribadah.
Hadir sebagai penceramah, Ketua Lazismu Kendal, Ustadz Sutiyono, yang menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Islam dan iman sebagai anugerah terbesar dari Allah SWT.

“Islam dan iman adalah nikmat paling besar. Anak dan harta tidak akan memberi manfaat bagi orang kafir, sementara orang beriman dijanjikan surga,” tegasnya dalam tausiyah, merujuk sejumlah ayat Al-Qur’an.
Ia menjelaskan, perbedaan antara mukmin dan kafir dapat dilihat dari sikap dan perilaku sehari-hari.
Menurutnya, seorang mukmin akan tampak lebih bercahaya karena menjaga wudhu dan ketaatan kepada Allah.

Ia juga menegaskan bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada salat, tetapi mencakup seluruh perintah dan larangan Allah.
Untuk meraih surga, lanjutnya, diperlukan kesungguhan dalam beribadah.
Ia mengibaratkan hal tersebut seperti transaksi dengan Allah SWT.
“Kalau ingin kualitas terbaik, harganya juga harus tinggi. Begitu pula surga, perlu ibadah yang sungguh-sungguh,” ujarnya.
Dalam upaya membangkitkan semangat jamaah, Ustadz Sutiyono mengajak peserta melantunkan ayat suci Al-Qur’an serta melakukan “Tepuk Islam” sebagai bentuk motivasi kolektif.
Ia juga menekankan pentingnya lingkungan pergaulan yang baik untuk menjaga konsistensi ibadah.

Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan kisah inspiratif seorang sahabat Nabi yang menyesali kurang maksimalnya ibadah dan sedekah menjelang wafatnya.
Kisah tersebut, menurutnya, menjadi pengingat agar umat Islam tidak menunda kebaikan.
“Minimal satu amalan, tapi rutin, seperti infak,” pesannya kepada jamaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat dalam beribadah dan berorganisasi agar tidak menyesal di kemudian hari.

“Lebih baik dipaksa masuk surga daripada rela masuk neraka,” ujarnya memberi motivasi.
Menutup pengajian, Ustadz Sutiyono mengajak jamaah meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat dan kurban yang dikelola Lazismu.
Ajakan tersebut disambut antusias dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas ibadah ke depan.
Usai pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara PCM Ngampel dan Lazismu Kendal terkait pengelolaan zakat serta persiapan pelaksanaan ibadah kurban.
Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat dakwah dan kepedulian sosial di lingkungan Muhammadiyah (rio)
