KENDAL, KENDALMU.OR.ID – Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Kendal bekerja sama dengan Lazismu menggelar pembinaan dan pembekalan Dai Zakat Muhammadiyah Kendal, Sabtu siang (14/2/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat peran dai dalam mensosialisasikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjelang bulan suci Ramadan.
Pembinaan tersebut diikuti puluhan dai yang tergabung dalam dai zakat Muhammafiyah di Kabupaten Kendal.

Selain penguatan materi dakwah, peserta juga dibekali pemahaman tentang pengelolaan zakat konvensional, profesi, serta strategi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ZIS sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial.
Ketua Majelis Tabligh PDM Kendal, Muhammad Aliun, menegaskan bahwa Dai Zakat Muhammadiyah memiliki peran ganda yang sangat strategis, yakni sebagai penggerak filantropi Islam sekaligus pemberdaya masyarakat.
“Dai zakat tidak hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam mengedukasi dan mengelola zakat secara produktif. Mereka harus hadir di tengah umat sebagai solusi,” tegas Ustadz Aliun.
Ia menambahkan, dai zakat juga berperan sebagai agen penggerak Lazismu di tingkat akar rumput.
Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, para dai diharapkan mampu memotivasi para muzakki serta mendorong pengelolaan zakat yang lebih berdampak.
“Dai zakat adalah perpanjangan tangan Lazismu untuk melakukan sosialisasi, memotivasi muzakki, dan menggerakkan zakat produktif agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Ustadz Aliun mengungkapkan, capaian pengelolaan ZIS tahun 2025 menjadi modal optimisme bagi tahun berikutnya.

Pada 2025, Lazismu Kendal berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp27,5 miliar, melampaui target Rp25 miliar.
“Pada 2026, kami menargetkan penghimpunan ZIS sebesar Rp28,5 miliar. Target ini realistis jika seluruh dai bergerak aktif dan solid,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kendal, Romanto, mengamanatkan tiga prinsip utama kepada seluruh dai zakat. Pertama, melayani umat dengan tulus. Kedua, membangun kolaborasi dengan pemerintah melalui BAZNAS. Ketiga, membela kepentingan umat secara bermartabat.
“Dai zakat harus hadir sebagai pelayan umat, mitra strategis pemerintah, dan pembela kepentingan masyarakat. Inilah wajah dakwah yang mencerahkan,” tegas Romanto.
Melalui pembinaan ini, Muhammadiyah Kendal berharap peran dai zakat semakin profesional, responsif, dan berdampak nyata dalam menguatkan kemandirian ekonomi umat menjelang dan selama Ramadan.
Dalam pembinaan dan pembekalan dai zakat menghadirkan praktisi zakat, antara lain Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Ali Trigiyatno, Wakil Ketua Lazismu Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, dan Ketua Lazismu Kendal, Sutiyono.
