BOJA, KENDALMU.OR.ID – Masjid Sholahuddin Al-Ayyubi kembali menggelar kajian rutin pada Rabu malam Kamis (28/1/2026) di Masjid Panti Sholahuddin Al-Ayyubi.
Kajian yang membahas Kitab Riyadhus Shalihin tersebut disampaikan oleh Ustadz Solikin dan diikuti jamaah masjid setempat serta jamaah dari luar wilayah Boja.

Pada kajian kali ini, pembahasan memasuki Bab Al-Khauf atau bab tentang menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT.
Ustadz Solikin menegaskan bahwa setiap manusia kelak akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah SWT tanpa perantara dan tanpa penerjemah.

“Setiap hamba akan berdiri sendiri di hadapan Allah. Tidak ada alasan, tidak ada pembelaan, semua amal akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Ustadz Solikin dalam penyampaiannya.
Ia menjelaskan, rasa takut terhadap Allah dan kekhawatiran terhadap siksa api neraka harus senantiasa tertanam dalam diri seorang mukmin.
Menurutnya, rasa takut tersebut bukan untuk melemahkan iman, tetapi justru menjadi pengendali dalam setiap tindakan.

“Rasa takut kepada Allah akan mendorong seseorang lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, agar tetap berada di jalan ketaatan,” ujarnya.
Dalam kajian itu, Ustadz Solikin juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang mengingatkan umat Islam agar menjauhi api neraka meskipun hanya dengan amal kebaikan sekecil belahan biji kurma.
Ia menekankan bahwa tidak ada amal yang sia-sia di sisi Allah SWT.
“Jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Bisa jadi amal yang dianggap kecil justru menjadi sebab keselamatan,” katanya dengan lugas.

Selain itu, ia menegaskan bahwa sujud yang diterima Allah SWT adalah sujud yang dilakukan dalam shalat dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, dan ketundukan.
Shalat disebutnya sebagai bentuk penghambaan tertinggi seorang hamba kepada Allah SWT.
Sebagai penutup, Ustadz Solikin menyampaikan pesan Rasulullah SAW bahwa seandainya manusia mengetahui hakikat akhirat sebagaimana yang diketahui Rasulullah, niscaya manusia akan lebih banyak menangis daripada tertawa dan tidak terlena oleh kenikmatan dunia.
Melalui kajian rutin ini, pengurus masjid berharap jamaah dapat menjadikannya sebagai sarana muhasabah diri serta memperkuat keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. (erna)
